Diduga jadi tempat mesum, akses Taman Kota Cawang ditutup usai temuan kondom dan miras
"Di dalam taman ditemukan beberapa alat kontrasepsi. Kami tidak tahu digunakan untuk apa, tetapi ini menjadi perhatian serius kami," ungkap Camat Makasar Dimas Prayudi.
Hutan Kota Cawang, Makasar, Jakarta Timur, yang diduga dijadikan tempat mesum oleh sekelompok pria penyuka sesama jenis. (Foto: Tangkapan layar medsos)
JAKARTA: Viral di media sosial, dugaan aktivitas menyimpang di Taman Kota Cawang memicu respons cepat pemerintah provinsi Jakarta. Dua titik akses masuk taman langsung ditutup permanen
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur memutuskan menutup dua akses taman di Jalan Mayjen Soetoyo, Kebon Pala, Kecamatan Makasar itu yang diduga kerap digunakan untuk kegiatan prostitusi pria sesama jenis pada malam hari.
“Ada dua titik yang hari ini kita tutup secara permanen dengan pengecoran, bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota,” kata Camat Makasar Dimas Prayudi di Taman Kota Cawang, akhir pekan lalu dikutip Antara.
Kasus ini bukan untuk pertama kalinya di taman ibu kota. Pada November 2025, dua pria yang diduga melakukan praktik prostitusi sesama jenis diamankan di Taman Daan Mogot Km 12, Cengkareng, Jakarta Barat.
Menurut Dimas, taman tersebut beberapa kali disinyalir disalahgunakan oleh oknum tertentu. Petugas gabungan menemukan celah pada pagar yang kerap dipakai warga untuk masuk ke area taman secara tidak resmi.
Sebelumnya, unggahan akun Instagram memperlihatkan sejumlah remaja laki-laki masuk ke kawasan taman melalui celah pagar. Dalam video tersebut, perekam menyampaikan keluhannya.
“Di taman sini sering jadi tempat kumpul cowok-cowok entah cowok bagaimana, saya tidak tau indikasinya mereka apa, setiap malam di atas pukul 01.00 WIB pagi, mereka kumpul terus masuk ke taman entah ngapain sampai jam 02.00 WIB pagi,” ucap perekam video di lokasi, seperti dikutip dari akun tersebut.
AKSES DILAS, VEGETASI DIPANGKAS
Dimas menuturkan pihaknya menemukan sejumlah kondom di lokasi setelah dilakukan penertiban. Selain itu, ditemukan pula botol minuman keras di area ruang terbuka hijau tersebut.
"Di dalam taman ditemukan beberapa alat kontrasepsi. Kami tidak tahu digunakan untuk apa, tetapi ini menjadi perhatian serius kami," jelasnya.
Celah akses masuk taman secara ilegal tersebut kemudian dilas. Pengelasan dilakukan untuk mencegah warga kembali masuk melalui jalur tidak resmi.
“Apa yang kami lakukan hari ini sifatnya preventif untuk mengurangi dampak tersebut. Yang paling penting, ini tugas kita bersama untuk menjaga taman,” tegas Dimas.
Jajaran kecamatan bersama instansi terkait akan terus melakukan langkah preventif agar taman berfungsi sesuai peruntukannya sebagai ruang publik.
“Harapan kami, masyarakat, khususnya di Jakarta Timur, bisa memanfaatkan taman sesuai dengan fungsinya. Kalau ada tindakan negatif atau penyalahgunaan, kita ingin itu bisa dikurangi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Timur, Dwi Ponangsera, mengatakan pihaknya melakukan penopingan atau pemangkasan vegetasi di sekitar pagar agar area taman lebih terbuka dan terlihat dari luar.
"Sementara kita melakukan penopingan untuk meminimalisir tertutupnya pemandangan dari luar. Penopingan hari ini di sepanjang pagar sisi luar, sekaligus penutupan pagar dan pengamanan ekstra," ujarnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.