Skip to main content
Iklan

Indonesia

Tak hanya PSK, judi sabung ayam juga menjamur di IKN

Kebutuhan biologis para pekerja proyek yang tinggal jauh dari keluarga disebut menjadi faktor pemicu melonjaknya jumlah PSK. 

Tak hanya PSK, judi sabung ayam juga menjamur di IKN
Satpol PP Penajam Paser Utara menjaring dan mengamankan PSK di IKN. (Dok. Satpol PP Penajam Paser Utara)

IKN: Aktivitas ilegal di sekitar wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar operasi penertiban terhadap arena judi sabung ayam ilegal di RT 16, Desa Giri Mukti, Kalimantan Timur.

Mereka membongkar sebuah bangunan semipermanen yang diduga kuat digunakan sebagai arena sabung ayam. Sejumlah barang bukti seperti kandang ayam dan perlengkapan perjudian turut disita dan langsung dimusnahkan di tempat.

“Di IKN juga sudah terpantau ada arena sabung ayam skala kecil,” ungkap Rahmadi, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kabupaten PPU, dikutip Kumparan, Senin (7/7).

Satpol PP Penajam Paser Utara membubarkan judi sabung ayam di wilayah penopang IKN. (Dok. Satpol PP Penajam Paser Utara)

Rahmadi menegaskan, operasi ini merupakan bagian dari penegakan Peraturan Daerah dan upaya pemerintah mensterilkan kawasan sekitar IKN dari aktivitas ilegal yang dapat mengganggu stabilitas sosial.

Dukungan juga datang dari Ketua BPD Desa Giri Mukti, Hardian, yang menyampaikan apresiasi atas aksi terpadu tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan kegiatan serupa di wilayah mereka.

“Kami berharap warga aktif melapor bila melihat praktik seperti ini. Kami mendukung penuh penertiban demi ketertiban lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan ini menambah daftar masalah sosial yang dihadapi daerah sekitar IKN. Sebelumnya, Satpol PP PPU telah menjaring 64 pekerja seks komersial (PSK) sepanjang tahun 2025 dalam operasi tertutup.

Namun menurut Rahmadi, hingga kini belum ditemukan indikasi adanya mucikari dalam kasus-kasus tersebut.

Para PSK yang diamankan diketahui beroperasi secara independen, tanpa perantara. Oleh karena itu, mereka tidak dapat dijerat pidana dan hanya dikenai sanksi administratif berupa pengusiran dari wilayah Penajam Paser Utara.

Ia menjelaskan, lonjakan jumlah PSK di sekitar IKN mulai terlihat sejak 2023, saat pembangunan besar-besaran di ibu kota baru dimulai. Para pekerja proyek yang tinggal jauh dari keluarga disebut menjadi faktor pemicu.

“Kadang yang kami dengar dari para laki-laki ini, karena faktor jauh dari keluarga. Kalau bicara soal kebutuhan biologis, pasti cari hiburan malam. Banyak yang pakai aplikasi seperti MiChat,” tambah Rahmadi.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan