Prabowo jenguk korban tabrakan kereta, janji investigasi dan bangun 'flyover'
Korban meninggal dunia akibat insiden tersebut telah mencapai 14 orang.
Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban tabrakan kereta di RSUD Bekasi, Selasa (28/4). (Foto: Instagram/Presiden RI)
JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto mengunjungi para korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (28/4). Presiden berjanji akan menyelidiki insiden tersebut, sekaligus memperbaiki infrastruktur perlintasan kereta.
Dalam foto-foto yang dirilis dalam Instagram Presiden Republik Indonesia, terlihat Presiden berbincang dengan beberapa korban yang mengalami luka di bagian tubuhnya.
Sejauh ini, korban tewas mencapai 14 orang, 84 terluka. Dalam konferensi pers usai kunjungan tersebut, Prabowo mengatakan sekitar 54 korban terluka masih dirawat, sisanya sudah dipulangkan.
"Saya ucapkan belasungkawa atas nama pemerintah, kami akan segera mengadakan investigasi," kata Prabowo dalam pernyataannya yang disiarkan langsung.
Insiden ini disebut terjadi setelah kereta menabrak taksi Green SM di tengah perlintasan. Kecelakaan itu kemudian menyebabkan terhentinya perjalanan sebuah KRL tujuan Cikarang di stasiun Bekasi Timur, sebelum akhirnya ditabrak oleh kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya.
Prabowo mencermati tabrakan di perlintasan yang diduga menjadi awal mula insiden tersebut. Dia mengatakan, pemerintah dengan ketentuan presiden akan segera membangun flyover di perlintasan tersebut.
"Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover ... dan keperluan ini sangat penting, sangat mendesak. Saya sudah setujui untuk dibangun flyover," kata Prabowo.
Dia juga mengatakan ada 1.800 titik perlintasan kereta di pulau Jawa yang perlu mendapatkan perhatian.
Presiden memerintahkan Dirut KAI Bobby Rasyidin untuk mengidentifikasi apakah diperlukan flyover atau pos jaga untuk perlintasan-perlintasan tersebut.
"Perlintasan seperti ini sudah dari zaman Belanda, sudah puluhan tahun. Kita akan selesaikan semua," ujar Prabowo.
"Kita perhitungkan (butuh biaya) sekitar Rp4 triliun, demi keselamatan."
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.