Skip to main content
Iklan

Indonesia

Apa dampak swasembada pangan Indonesia terhadap pasar global?

Tanpa impor beras, Indonesia justru memicu efek domino global yang membuat harga pangan dunia turun.

 Apa dampak swasembada pangan Indonesia terhadap pasar global?

Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, 7 Januari 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Pemerintah telah mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan sehingga tidak membutuhkan lagi impor beras. Kondisi ini kemudian menciptakan efek domino yang berdampak pada pasar global.

Dalam pernyataannya pada Rabu (7/1) Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan harga beras dunia turun hingga 44 persen setelah Indonesia swasembada.

"Dampak positifnya adalah harga pangan (beras di) dunia turun dari US$650 per metrik ton menjadi US$340 per meterik ton, turun 44 persen," kata Amran dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1), seperti diberitakan Antara.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada sehingga tidak perlu lagi bergantung pada impor beras.

Indonesia sendiri telah berhenti impor beras sejak 2025. Padahal menurut data Kementan, pada 2024 Indonesia masih mengimpor besar-besaran hingga 4,5 juta ton akibat dampak El Nino yang menekan produksi padi hingga berkurang 760 ribu ton.

Stok beras awal tahun 2026 Indonesia mencapai 3,25 juta ton. Ini adalah stok tertinggi sepanjang sejarah karena Indonesia belum pernah memiliki stok di atas 3 juta ton di awal tahun. "Dalam satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah tidak bergantung bangsa-bangsa lain," kata Prabowo saat mengumumkan swasembada.

Amran mengatakan, karena Indonesia memutuskan tidak lagi impor beras sejak tahun 2025, maka pasokan beras di pasar global berlimpah yang otomatis membuat harganya turun.

"Saat ini tidak ada impor, itu secara otomatis barang melimpah di luar. Vietnam, Thailand, India, Pakistan, dan seterusnya. Ini secara tidak langsung, petani Indonesia, masyarakat Indonesia, berkontribusi pada dunia ini," kata Amran.

Menurut laporan Kementan, swasembada beras dicapai melalui peningkatan produksi secara terintegrasi, mulai dari penguatan benih unggul, pompanisasi, optimasi dan perluasan lahan, perbaikan irigasi, modernisasi pertanian, hingga peremajaan alat dan mesin pertanian.

Kebijakan ini diperkuat penyederhanaan aturan pupuk bersubsidi lewat Perpres Nomor 6 Tahun 2025 dan Permentan Nomor 15 Tahun 2025 yang memangkas regulasi dan menurunkan HET pupuk 20 persen, serta penyerapan gabah secara agresif oleh Perum Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram.

PETANI SEJAHTERA

Capaian swasembada pangan juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani, tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 yang mencapai 125,35, tertinggi sepanjang sejarah, dengan rata-rata NTP 2025 sebesar 123,26 atau level tertinggi dalam 33 tahun.

NTP adalah indikator kesejahteraan petani yang membandingkan pendapatan dari hasil pertanian dengan biaya hidup dan produksi. NTP di atas 100 menandakan petani surplus, sedangkan di bawah 100 menunjukkan kondisi tertekan.

Perbaikan kesejahteraan dirasakan oleh Karyadi, petani dari Desa Sukapura, Kecamatan Rawamerta, Karawang yang mengatakan kebijakan pemerintah telah mendorong motivasi petani untuk terus meningkatkan produksi.

“Dengan swasembada pangan ini, kami makin semangat ke depan. Harga padi naik, bantuan alat ada, semuanya terasa di lapangan,” kata dia.

Amran menegaskan keberhasilan swasembada pangan merupakan buah dari sinergi nasional yang kuat.

“Kami terima kasih kepada semua pihak, kementerian/lembaga lain, TNI/Polri, asosiasi petani, BUMN Pangan, dan seluruh petani Indonesia. Sebab, swasembada pangan bukan hanya dari kami tapi dari sinergi seluruh putra anak bangsa,” ucap Mentan Amran.

 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan