Sumenep darurat campak, penderita tembus 2035 orang, 17 meninggal
Campak adalah penyakit sangat menular yang dapat menyebar kepada 17–18 orang lain di sekitar.
SUMENEP: Pemerintah Kabupaten Sumenep menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah merebaknya wabah campak di wilayah tersebut.
Data terbaru periode 17–21 Agustus 2025 mencatat 2.035 kasus suspek campak dengan 17 orang meninggal dunia. Kasus ini tersebar di 26 kecamatan dan berpotensi meluas jika tidak segera ditangani.
Campak adalah penyakit menular akibat virus yang mudah menyebar melalui percikan ludah saat batuk atau bersin.
Tingkat penularannya sangat tinggi dengan angka reproduksi (R0) mencapai 17–18, artinya satu penderita dapat menularkan kepada 17–18 orang lain di sekitarnya.
IMUNISASI MASSAL UNTUK TEKAN PENYEBARAN
Penetapan status KLB dilaporkan Metro TV, Senin (25/8), langsung direspons cepat oleh pemerintah daerah dengan menggalakkan program imunisasi massal.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep mendatangkan vaksin untuk menekan laju penyebaran penyakit.
Kepala Dinkes Sumenep Agus Mulyono menyatakan pihaknya menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) selama tiga pekan ke depan.
Program ini menargetkan sekitar 78.569 anak usia 9 bulan hingga 6 tahun untuk divaksinasi serentak, tanpa memperhitungkan riwayat imunisasi sebelumnya.
Pelaksanaan ORI berlangsung di 26 puskesmas di Sumenep mulai 25 Agustus hingga 14 September 2025. Untuk mendukung kegiatan ini, Dinkes telah menyiapkan 9.825 vial vaksin campak yang akan didistribusikan secara bertahap ke puskesmas dan posyandu.
Pemerintah daerah juga mengimbau orang tua agar segera membawa anaknya yang masuk kelompok sasaran ke fasilitas kesehatan terdekat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa penanggulangan wabah campak di Sumenep kini menjadi perhatian utama pemerintah. Ia memastikan koordinasi antara Dinkes Sumenep, Dinkes Jatim, dan Kementerian Kesehatan RI berjalan intensif.
“Alhamdulillah, kami sudah mengirimkan 9.825 botol vaksin MR (Measles Rubella) sebagai bagian dari program ORI di Sumenep,” kata Khofifah, dikutip iNews.
Khofifah juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya campak. Ia menegaskan target ORI minimal 95 persen agar terbentuk herd immunity sehingga anak-anak terlindungi dari risiko komplikasi serius.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.