Skip to main content
Iklan

Indonesia

Sumatra berduka, korban banjir bandang tembus 442 orang

Sumatra Utara menjadi provinsi dengan jumlah korban terbanyak yaitu 217 warga.

Sumatra berduka, korban banjir bandang tembus 442 orang
Warga membersihkan rumah mereka dari lumpur di sebuah desa terdampak banjir di kawasan Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, Indonesia, 28 November 2025. (EPA/Hotli Simanjuntak)

MEDAN: Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh terus meningkat. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (1/12) mencatat 442 orang meninggal dunia sampai 30 November, sementara 402 orang masih belum ditemukan.

Kepala BNPB Suharyanto dikutip CNN Indonesia mengumumkan pembaruan itu dalam konferensi pers di Pos Pendukung Nasional, Bandara Silangit, Tapanuli Utara. 

Ia menegaskan bahwa tim gabungan—mulai dari BNPB, TNI/Polri, Basarnas hingga pemerintah daerah—masih bekerja tanpa henti untuk pencarian korban, penyaluran bantuan, dan membuka akses wilayah yang terisolasi.

FOKUS TERBERAT MASIH DI SUMATRA UTARA

Sumatra Utara menjadi provinsi dengan jumlah korban terbanyak. Sebanyak 217 orang dilaporkan meninggal dan 209 lainnya hilang. Selain itu, 16 warga mengalami luka-luka. 

Korban tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Lonjakan laporan warga hilang terjadi di berbagai posko setelah banyak keluarga melapor ke relawan setempat.

Jumlah pengungsi di Sumatra Utara juga cukup besar: 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 di Sibolga, 2.200 di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal.

Akses darat pun masih porak-poranda. Jalur Tarutung–Sibolga putus di beberapa titik, dan desa-desa di Parmonangan serta Adiankoting belum bisa dijangkau. Lebih dari 12.000 warga terdampak isolasi di kawasan tersebut.

BAGAIMANA SUMATRA BARAT DAN ACEH?

Di Sumatra Barat, jumlah korban meninggal mencapai 129 orang, sementara 118 orang masih hilang dan 16 warga luka-luka. Wilayah terdampak mencakup Agam, Padang Panjang, Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan.

Pengungsian di provinsi ini menampung sekitar 77.918 jiwa atau 11.820 KK, dengan konsentrasi terbesar di Kota Padang serta Kabupaten Pesisir Selatan.

Sementara itu di Aceh, tercatat 96 korban meninggal dan 75 orang hilang. Bencana ini menyebar di 11 kabupaten/kota, seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, hingga Nagan Raya. Jumlah pengungsi di provinsi itu mencapai 62.000 KK.

Di tingkat pusat, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengerahan penuh seluruh kekuatan nasional untuk mempercepat penanganan darurat. 

Perintah tersebut mencakup evakuasi besar-besaran, distribusi logistik, perlindungan pengungsi, dukungan tenaga kesehatan, serta percepatan perbaikan infrastruktur, transportasi, dan komunikasi.

Pemerintah juga mulai menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Namun, fokus utama tetap pada penyelamatan dan pemulihan cepat di lapangan.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan