Sudah 5.360 anak keracunan MBG, Istana minta maaf
Koordinator nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan sementara program MBG.
JAKARTA: Kasus keracunan pelajar akibat makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah. Hingga saat ini, lebih dari 5.360 anak dilaporkan mengalami keracunan massal di berbagai daerah menurut versi Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI)
Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Istana, Prasetyo Hadi, pada Jumat siang (19/9) menyampaikan permohonan maaf atas terulangnya kasus keracunan siswa.
“Kami atas nama pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional (BGN) memohon maaf karena telah terjadi kembali sejumlah kasus di beberapa daerah,” ujar Prasetyo dikutip CNN Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (19/9).
Ia menegaskan, peristiwa keracunan tidak pernah diharapkan dan bukan kesengajaan. Seluruh kejadian akan dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan oleh pemerintah.
Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan sementara program MBG dan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kasus keracunan akibat makanan dari program MBG terus berulang. Dalam pemantauan kami, 5.360 anak mengalami keracunan. Jumlah ini bahkan bisa lebih seiring kasus yang terus terjadi dan sebagian ditutupi,” kata Ubaid dilansir dari Kompas, Kamis (18/9).
DUGAAN SISTEM AMBURADUL
Menurut Ubaid, keracunan massal ini bukan hanya soal teknis, melainkan mencerminkan masalah serius pada sistem, tata kelola, dan kontrol kualitas yang buruk.
“Kalau program ini benar-benar berpihak pada anak, hentikan sekarang juga sebelum lebih banyak korban berjatuhan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti adanya potensi konflik kepentingan dan aroma koruptif dalam pelaksanaan program.
”Ini bisa menjadi tragedi besar akan keselamatan anak. Hilangkan dulu soal target, soal serapan anggaran. Utamakan keselamatan nyawa anak,” kritiknya.
Kasus-kasus keracunan ini disebutkan tersebar hampir merata di semua provinsi.
Pemerintah berdalih akan melakukan perbaikan, tetapi kasus baru terus muncul.
Terbaru terjadi di Baubau, Sulawesi Tenggara, di mana 46 pelajar jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan MBG yang berbau, berbusa, dan asam. Sejumlah siswa harus dirawat di rumah sakit.
Di Garut, Jawa Barat, sebanyak 194 siswa SD hingga SMA juga mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG pada 17 September.
Prasetyo menambahkan, pemerintah telah menugaskan BGN dan pemerintah daerah untuk memberikan penanganan cepat bagi korban.
“Harus dilakukan evaluasi termasuk mitigasi perbaikan supaya masalah seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.