Digitalisasi pemerintah: Luhut kembali tekankan subsidi barang akan diganti cash
Uji coba bansos digital ditargetkan mulai awal 2027.
Ilustrasi Bansos (iStock/Anggi Dharma Prasetya)
JAKARTA: Pemerintah berencana mengalihkan subsidi yang selama ini diberikan dalam bentuk barang menjadi bantuan langsung tunai dalam satu hingga dua tahun mendatang.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan skema tersebut akan didukung integrasi data kependudukan dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menentukan masyarakat yang berhak menerima bantuan.
Contoh subsidi pemerintah dalam bentuk barang adalah paket sembako.
Luhut menyampaikan perubahan mekanisme subsidi akan dilakukan secara bertahap, sejalan dengan penataan sistem perlindungan sosial (perlinsos) dan digitalisasi data pemerintah.
"Nanti, sambil berjalan bertahap, kan. Semua kan berjalan bertahap," kata Luhut dilansir detikFinance seusai menghadiri ISF Forum di Jakarta, Rabu (7/10).
Rencana tersebut sebelumnya telah disampaikan Luhut pada 30 September. Ia juga mengaku telah melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto, tetapi tidak menjelaskan tanggapan Presiden.
"Ini kan baru bansos. Nanti ke depan, kita ini dalam over time, mungkin dalam 1-2 tahun ke depan, subsidi itu akan kita, saya sudah lapor Presiden, tidak lagi pada barang. Langsung pada manusia, jadi cash," jelas Luhut.
Sebelum menerapkan perubahan tersebut, pemerintah akan memprioritaskan pembenahan data penerima bantuan sosial (bansos) agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) akan diintegrasikan dengan informasi yang dimiliki berbagai kementerian dan lembaga.
Menurut jenderal TNI berusia 79 tahun itu, pemanfaatan AI memungkinkan pertukaran dan pemutakhiran data antarlembaga, termasuk untuk memperbaiki pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan atau desil.
"Jadi 98 persen dari (288 juta) jumlah penduduk itu sudah ada di Dukcapil. Itu sekarang kita mutakhirkan semua. Dengan AI ini kita nanti desil-desilnya juga kita perbaiki semua karena semua kementerian/lembaga itu sekarang sudah bisa berkomunikasi satu sama lain dengan AI," ujarnya.
Pemerintah juga akan membuka kesempatan pendaftaran bagi masyarakat sehingga penentuan penerima tidak hanya bergantung pada daftar penerima bantuan sebelumnya.
KAPAN BANSOS DIGITAL DILUNCURKAN?
Luhut menargetkan proses integrasi dan pemutakhiran data dapat diselesaikan pada akhir 2026.
Apabila target tersebut tercapai, pemerintah berencana mulai mencoba penyaluran bansos digital menggunakan sistem yang telah diperbarui pada kuartal I 2027.
"Untuk tahun 2027 kita bagi bansos. Kita akan coba kuartal pertama tahun depan kita bagi bansos. Tapi itu subjektif kepada keberhasilan kita sampai akhir tahun," kata Luhut.
Pelaksanaan uji coba tersebut masih bergantung pada kesiapan sistem dan keberhasilan pembenahan data.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.