Menteri Bahlil pastikan stok BBM Indonesia aman meski seluruh dunia terdampak
Konflik AS dan Iran membuat peningkatan harga minyak dan terhambatnya pasokan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Instagram/Bahlil Lahadalia)
Pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman meski terjadi gangguan rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di dalam negeri masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kita bersyukur kepada Allah, hari ini BBM di negara kita tercinta, baik bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi dengan baik,” ujar Bahlil saat inspeksi mendadak di Jawa Tengah, Kamis (26/3), seperti diberitakan Antara.
Ia menjelaskan bahwa cadangan minyak nasional saat ini berada pada kisaran 21–28 hari sesuai standar minimum yang ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, angka tersebut tidak berarti persediaan akan habis dalam waktu tersebut, karena stok akan terus terisi kembali seiring distribusi dan pengolahan minyak di kilang dalam negeri yang dioptimalkan.
Untuk menjaga ketahanan energi, pemerintah juga memastikan pasokan minyak mentah tetap tersedia dengan mencari sumber impor alternatif. Bahlil mengungkapkan sekitar 20 persen kebutuhan minyak mentah Indonesia sebelumnya berasal dari Selat Hormuz, kawasan yang kini terdampak konflik.
“Sekarang, kami sudah ganti ke tempat lain dan pasokannya insyaallah sudah mulai membaik,” katanya.
Dampak konflik antara AS-Israel dan Iran yang membuat pengiriman minyak terhambat telah dirasakan sejumlah negara. Filipina menjadi negara pertama yang secara resmi menetapkan keadaan darurat nasional terkait krisis energi.
Presiden Ferdinand Marcos Jr., seperti dilaporkan GMA News, menandatangani perintah eksekutif pada Selasa (24/3) untuk mengaktifkan langkah-langkah pemulihan stabilitas pasokan energi dan menekan dampak ekonomi akibat lonjakan harga bahan bakar.
Kekhawatiran dampak konflik Iran terhadap pasokan energi juga meningkat di Eropa. Kepala eksekutif Shell Wael Sawan memperingatkan bahwa gangguan distribusi energi yang telah berlangsung selama empat minggu berpotensi menyebabkan kelangkaan bahan bakar hingga memicu kebijakan penjatahan di sejumlah negara Eropa mulai April, seperti dilaporkan The Guardian.
Ia menyebut krisis yang awalnya menghantam kawasan Asia kini mulai merambat ke wilayah lain, dengan tekanan pada pasokan bahan bakar olahan seperti avtur yang harganya dilaporkan melonjak tajam sejak April, serta berisiko meluas ke diesel dan bensin jika situasi tidak segera mereda.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.