Skip to main content
Iklan

Indonesia

Soal #KaburAjaDulu, Menteri Imigrasi Agus: Bersyukurlah hidup di Indonesia, di luar negeri dingin setengah mati

Agus Andrianto menyinggung cuaca dingin di luar negeri yang belum tentu sesuai dengan kondisi tubuh warga Indonesia.

Soal #KaburAjaDulu, Menteri Imigrasi Agus: Bersyukurlah hidup di Indonesia, di luar negeri dingin setengah mati
Ilustrasi tagar #KaburAjaDulu (iStock)
20 Feb 2025 10:44AM (Diperbarui: 21 Feb 2025 09:53AM)

JAKARTA: Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, merespons viralnya tagar #KaburAjaDulu yang ramai di media sosial.

Kampanye ini mencerminkan kekecewaan sebagian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia. Namun, Agus meminta anak muda tetap bersyukur tinggal di Indonesia.

"Kayaknya kita harus bersyukurlah hidup di Indonesia ya, luar biasa ya, kita semuanya ada," ucap Agus usai menghadiri rapat kerja di Komisi XIII DPR RI, Rabu (19/2), seperti dikutip dari detikNews

Mantan Wakapolri itu juga menyinggung kondisi cuaca di luar negeri yang menurutnya tidak selalu sesuai dengan tubuh masyarakat Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa musim dingin di luar negeri bisa menjadi tantangan bagi mereka yang berencana pindah.

"Di sana kalau musim dingin setengah mati. Jangan coba untuk jualan di luar, bersyukurlah jadi warga Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, Agus menyatakan bahwa sejauh ini belum ada lonjakan perjalanan Warga Negara Indonesia (WNI) ke luar negeri.

"Sejauh ini belum ada sih (peningkatan perjalanan), masih normal-normal saja," ujarnya.

TAGAR #KABURAJADULU dan Kekecewaan Publik

Tagar #KaburAjaDulu mencuat di media sosial sebagai bentuk protes terhadap berbagai permasalahan di dalam negeri.

Banyak warganet mengungkapkan keinginan untuk mencari kehidupan lebih baik di luar negeri, terutama karena tekanan dalam dunia kerja, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari.

Salah satu pemicu utama maraknya kampanye ini adalah kebijakan efisiensi anggaran besar-besaran yang diterapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, juga menanggapi fenomena ini. Menurutnya, tagar #KaburAjaDulu mencerminkan kurangnya rasa cinta terhadap Tanah Air.

"Sebagai warga negara Indonesia, masyarakat seharusnya memiliki sikap patriotik dan tidak mudah menyerah terhadap situasi di dalam negeri," kata Nusron.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan