Skip to main content
Iklan

Indonesia

SMAN 72 mulai pulih: 87% siswa sudah belajar tatap muka, 6 korban ledakan masih dirawat

Anak berkonflik hukum (ABH) masih dirawat di RS Bhayangkara Polri Kramat Jati. 

SMAN 72 mulai pulih: 87% siswa sudah belajar tatap muka, 6 korban ledakan masih dirawat
Seorang korban ledakan masjid SMAN 72 di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada 7 November 2025 (Photo: CNA/Kiki Siregar)

JAKARTA: Aktivitas belajar di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, mulai kembali normal dua minggu setelah insiden ledakan bom rakitan yang mengguncang sekolah tersebut. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan mayoritas siswa kini sudah kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan tingkat kehadiran siswa dalam pembelajaran luring mencapai 87,60 persen. Sementara 6,01 persen siswa masih mengikuti pelajaran secara daring, dan 6,39 persen lainnya tercatat tidak hadir.

“Tingkat kehadiran murid secara luring 87,60%. Masih ada yang daring 6,01%. Sudah mulai bertambah yang belajar tatap muka,” ujar Chico, dikutip detikNews, Kamis (20/11).

“Tingkat ketidakhadiran murid 6,39%, sakit 4,60%, izin 1,79%. Sudah membaik,” lanjutnya.

Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 72 Jakarta dilakukan secara daring sejak 10 November. Langkah tersebut diambil karena area sekolah masih dalam proses pengamanan dan pemulihan pasca-ledakan yang melukai puluhan siswa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan, hingga kini masih ada enam siswa korban ledakan yang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Yang masih dirawat enam orang,” kata Budi.

Enam korban tersebut dirawat di beberapa rumah sakit berbeda: tiga siswa di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, satu di RS Yarsi, dan satu di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). 

Sementara itu, MNFH alias F, siswa yang ditetapkan sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH) terkait kasus ledakan, masih dirawat di RS Bhayangkara Polri Kramat Jati. Kondisinya dikabarkan mulai membaik meski belum sepenuhnya pulih.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis Aryana, menjelaskan, F telah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan biasa. Namun, kondisi fisiknya masih belum memungkinkan untuk diperiksa lebih lanjut.

“Sampai dengan kemarin F baru saja selesai menggunakan selang makan, dan sampai pagi tadi kondisinya belum memungkinkan untuk dimintai keterangan,” ucapnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan