Skytrain Jakarta tembus Tangsel dan Bogor dikaji, mudahkan warga daerah penyangga
Moda kereta layang akan dirancang sebagai feeder simpul angkutan massal utama seperti MRT dan LRT.
Kereta layang Bandara Soekarno-Hatta (Dok Bandara Soetta)
JAKARTA: Kementerian Perhubungan tengah mengkaji pengembangan moda transportasi baru berupa Skytrain alias kereta layang (kalayang) untuk memperkuat konektivitas di kawasan Jabodetabek.
Moda ini dirancang sebagai penghubung kawasan penyangga dengan simpul angkutan massal utama seperti MRT dan LRT yang sudah beroperasi.
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Risal Wasal, menjelaskan moda ini merupakan kereta api berpenggerak yang berdiri sendiri dan dirancang khusus sebagai pengumpan atau feeder menuju jaringan transportasi massal utama.
“Kami mencoba ada satu jenis kereta baru yang kita sebut dengan Skytrain. Skytrain yang kereta api berpenggerak tapi ya, sarananya itu berpenggerak, bukan cable train. Tapi sarana berpenggerak ini kita coba dua feeder yang kita lakukan,” kata Risal, diwartakan CNBC Indonesia, pekan lalu.
Menurut Risal, tantangan utama sistem transportasi Jakarta saat ini bukan lagi pada jalur utama atau trunk line. Infrastruktur MRT, LRT, dan BRT sudah tersedia, namun persoalan terbesar ada pada akses awal dan akhir perjalanan masyarakat dari kawasan hunian menuju simpul transportasi massal.
Skytrain diproyeksikan menjadi solusi untuk mengatasi masalah first mile dan last mile tersebut. Moda ini diharapkan mampu menyediakan transportasi yang mudah diakses, aman, nyaman, selamat, dan terjangkau bagi warga di daerah penyangga seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang.
“Jakarta kita punya feeder, punya trunk line dengan kereta api. Ada LRT Jabodebek, ada MRT Jakarta, ada BRT dan lain-lain. Namun kita punya masalah di first mile dan last mile-nya, bagaimana masyarakat di daerah itu menuju simpul pertamanya tadi naik LRT MRT. Mencari suatu moda transportasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat yang mudah, aman, nyaman, selamat, murah akhirnya nantinya,” kata Risal.
RUTE KAJIAN SKYTRAIN
Salah satu koridor yang menjadi perhatian adalah jalur selatan Jakarta.
Rute ini diproyeksikan menghubungkan kawasan BSD City dengan Stasiun MRT Lebak Bulus. Jalur tersebut berpotensi melintasi kawasan Bintaro atau masuk ke wilayah Tangerang Selatan melalui Pondok Cabe.
Selain selatan, pengembangan Skytrain juga menyasar kawasan timur Jabodetabek. Feeder ini dirancang untuk memperluas jangkauan layanan LRT Jabodebek di kawasan Cibubur, sekaligus mendekatkan akses transportasi massal bagi warga Bogor dan sekitarnya.
Rute yang tengah dipertimbangkan berada di jalur Mekarsari hingga Cariu di Jonggol, Kabupaten Bogor, yang akan terhubung langsung ke Stasiun LRT Cibubur.
“Yang satu lagi yang mendukung LRT Jabodebek di Cibubur. Di Cibubur dari Mekarsari atau sampai sana lagi dari Cariu (Jonggol Kabupaten Bogor) sampai ke Stasiun Cibubur ini,” lanjut Risal.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.