Skip to main content
Iklan

Indonesia

Skandal predator seks sesama jenis Sudirman, psikolog: Korban sodomi berisiko menjadi pelaku

Dua pelaku Yusuf Baktiar (30) dan Yandi Supriyadi (28) ketika kecil menjadi korban sodomi oleh Sudirman di panti asuhan.

Skandal predator seks sesama jenis Sudirman, psikolog: Korban sodomi berisiko menjadi pelaku
Panti Asuhan Darussalam An-Nur di Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang yang menjadi saksi bisu kebejatan dan kebiadaban Ketua Yayasan Sudirman dan dua pelaku lainnya yang menyodomi anak-anak asuhannnya. (Kementerian Sosial)
23 Oct 2024 11:20AM (Diperbarui: 23 Oct 2024 02:50PM)

TANGERANG: Warganet baru-baru ini digemparkan oleh kasus sodomi di Yayasan Panti Asuhan Darussalam An'nurdi di Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, oleh pendiri dan ketua yayasan Sudirman bersama pengasuh panti asuhan, Yusuf Baktiar (30) dan Yandi Supriyadi (28) alias Alif.

Diketahui Sudirman yang biasa dipanggil Abi itu bersama Yusuf dan Yandi kerap mensodomi anak-anak panti tersebut dengan biadab untuk memuaskan nafsu bejat mereka.

Ketiga pelaku diidentifikasi adalah homoseksual dan pedofil.

Yusuf dan Yandi diketahui adalah korban yang bertransformasi menjadi pelaku.

Mereka berdua besar di panti asuhan itu dan ketika kecil menjadi korban sodomi oleh Sudirman.

Sudirman juga disebutkan sering meminta korbannya untuk melecehkan satu sama lain.

Saat ini, tercatat ada 13 anak, mayoritas di bawah umur, yang menjadi korban pelecehan seksual yang memicu kemarahan publik itu.

Psikolog anak, Novita Tandry, dikutip dari Hops.ID menyampaikan pentingnya segera memberikan penanganan psikologis kepada para korban.

"Anak-anak korban kekerasan seksual berisiko menjadi pelaku, terutama jika mereka tidak mendapatkan pendampingan psikologis," tekannya

Novi menegaskan jika tak ada dukungan psikologis yang memadai maka rasa trauma yang pernah dialami korban dapat terulang kembali di ingatan mereka pada saat mencapai akil balig terutama ketika sedang dalam proses mencari identitas diri.

"Jadi pada saat remaja, itu proses mencari jati diri dan identitas diri. Dan itu (ingatan pernah menjadi korban kekerasan seksual) yang pertama kali keluar," urainya.

Dia juga mengutarakan bahwa kasus  predator seksual ini bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia.

Oleh karena itu sangat berbahaya jika para korban dibiarkan begitu saja karena ditakutkan justru akan menjadi predator-predator seks berikutnya seperti yang menimpa dua pelaku Yusuf Baktiar dan Yandi Supriyadi.

Sejauh ini Yandi dilaporkan masih buron dua minggu setelah penggerebekan.

Yandi menurut laporan Jawa Pos, Senin (21/10), sangat 'licin' hingga pihak kepolisian masih kesulitan untuk menemukan lokasi dia bersembunyi.

Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Zain Dwi Nugroho mengatakan Yandi sulit untuk ditemukan lantaran ia tak pernah tinggal di suatu tempat dalam waktu yang lama.

"Pelaku selalu berpindah-pindah tempat.”

Kepolisian meminta Yandi untuk segera menyerahkan diri.

📢 Kuis CNA Memahami Asia, eksklusif di saluran WhatsApp CNA Indonesia, sudah dimulai. Ayo uji wawasanmu dan raih hadiah menariknya!

Jangan lupa, terus pantau saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk mendapatkan tautan kuisnya 👀

🔗 Cek info selengkapnya di sini: https://cna.asia/4dHRT3V

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan