Skip to main content
Iklan

Indonesia

Siap saingi Changi dan Incheon, desain megah Bandara Bali Utara diluncurkan, terinspirasi kura-kura kosmik

Bandara Bali Utara di Kabupaten Buleleng menjadi solusi padatnya Bandara Ngurah Rai yang sudah hampir menyentuh kapasitas maksimal 24 juta penumpang per tahun.

Siap saingi Changi dan Incheon, desain megah Bandara Bali Utara diluncurkan, terinspirasi kura-kura kosmik
Rancangan desain Bandara Bali Utara di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. (Dok ALIEN DC)

DENPASAR: Wajah masa depan Bandara Bali Utara akhirnya resmi diperkenalkan ke publik.

PT BIBU Panji Sakti meluncurkan desain bandara yang diklaim menggabungkan kearifan lokal Bali dengan teknologi modern berkelas dunia, seperti diwartakan Radar Buleleng, Jumat (26/9).

Proyek berbentuk pulau buatan 900 hektar ini berlokasikan di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, 75 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai, dekat Pantai Lovina dan Gunung Batur.

Rancangan yang dikerjakan konsultan arsitektur Alien DC ini mengusung konsep Tri Hita Karana, harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama.

Filosofi itu diterjemahkan lewat simbol Bedawang Nala (kura-kura kosmik dalam mitologi Bali sebagai penyangga dunia) dan Bhurloka sebagai inti bangunan.

Managing Director Alien DC, Hardyanthony Wiratama, menyebut bangunan utama didesain menyerupai penyu berarsitektur minimalis.

Bandara Bali Utara menempati area hasil restorasi abrasi, bukan reklamasi (Dok Alien DC)

FASILITAS-FASILITAS CANGGIH BANDARA

Dalam maket, bandara tampak memiliki 26 gate terminal yaitu delapan di sisi kiri, delapan di sisi kanan, dan lima di tengah kemudian 196 check-in counter internasional, 24 domestik, dan 32 garbarata

Area dalamnya menyediakan courtyard atau taman hijau, serta transit hall yang terhubung ke LRT, bus, hingga panggung seni pertunjukan seperti tari kecak.

Dari sisi fasilitas, bandara dilengkapi dua landasan pacu sepanjang 3.600 meter yang bisa melayani pesawat berbadan lebar sekelas Airbus A380 dan Boeing 777.

Terminal penumpang utama seluas lebih dari 200 ribu meter persegi diproyeksikan menampung 20 juta penumpang per tahun, dengan kapasitas maksimal hingga 50 juta.

Ada juga terminal kargo berkapasitas 250 ribu ton per tahun untuk memperkuat logistik nasional.

Konsep ramah lingkungan turut ditonjolkan, mulai dari penggunaan energi terbarukan, sirkulasi udara alami, hingga integrasi lanskap pegunungan dan laut Buleleng.

Atap bandara dibuat adaptif di mana kaca penutup menyesuaikan suhu saat terik, sementara struktur mampu meredam suara hujan agar tetap nyaman.

Keunikan lainnya, Bandara Bali Utara digadang-gadang sebagai offshore airport pertama di Indonesia. Pembangunan di pesisir Kubutambahan disebut tidak merusak laut, melainkan memulihkan daratan yang tergerus abrasi hingga 5–10 meter per tahun.

Secara ekonomi, proyek ini diprediksi menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.

Kehadirannya diyakini mendorong pariwisata Bali Utara, memperluas pasar produk lokal, mempercepat distribusi pertanian, serta membuka peluang investasi di perhotelan, transportasi, hingga ekonomi kreatif.

Perjalanan panjang Bandara Bali Utara dimulai sejak 2015 sebagai solusi padatnya Bandara Ngurah Rai yang sudah hampir menyentuh kapasitas maksimal 24 juta penumpang per tahun.

Proyek ini sempat mandek akibat kajian lingkungan dan regulasi, meski sejak 2013 sudah masuk PPP Book Kementerian Keuangan.

Dengan restu Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan proyek ini menjadi prioritas nasional.

“Ini prioritas untuk saingi bandara tetangga, dengan infrastruktur pendukung seperti jalan dan fasilitas internasional berpadu budaya Bali,” ujar Cak Imin.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan