Skip to main content
Iklan

Indonesia

Setelah menyatakan tak sanggup tangani banjir, Bupati Aceh Selatan kedapatan sedang umrah

Pemkab Aceh Selatan menekankan bahwa narasi yang menyebut Mirwan meninggalkan rakyatnya saat bencana tidak tepat.

Setelah menyatakan tak sanggup tangani banjir, Bupati Aceh Selatan kedapatan sedang umrah
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS memicu kehebohan setelah berangkat umrah di tengah bencana banjir bandang yang melanda kabupaten pimpinannya. (Instagram)

TAPAKTUAN: Bupati Aceh Selatan Mirwan MS mengejutkan jagat media sosial setelah menjalankan ibadah umrah bersama keluarganya di tengah bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang 11 kecamatan di wilayahnya. 

Foto viral Mirwan di Tanah Suci beredar luas di media sosial setelah pertama kali diunggah akun Instagram agen travel yang digunakan Mirwan untuk perjalanan umrahnya.

Sebelum keberangkatan itu, Mirwan telah menerbitkan surat ketidaksanggupan dalam penanganan tanggap darurat banjir dan longsor. 

Surat bernomor 360/1315/2025 itu diterbitkan pada 27 November. Lima hari kemudian, pada 2 Desember, Mirwan terbang ke Arab Saudi memboyong keluarganya, sementara sejumlah warga yang dipimpinnya masih berada di tenda pengungsian.

Dalam surat tersebut, pemerintah daerah menyebutkan terdapat 11 kecamatan yang terendam banjir dan banyak infrastruktur mengalami kerusakan.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa keberangkatan politisi Partai Gerindra itu dilakukan melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.

PENJELASAN PEMKAB ACEH SELATAN

Di tengah kontroversi, pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menjelaskan bahwa keberangkatan Bupati Mirwan dilakukan setelah ia meninjau situasi wilayah terdampak. 

“Keberangkatan Bupati Aceh Selatan beserta istri menjalani ibadah umrah ke tanah suci tentunya setelah melihat situasi dan kondisi wilayah Aceh Selatan umumnya yang sudah stabil, terutama debit air yang sudah surut di pemukiman warga di wilayah Bakongan Raya dan Trumon Raya,” jelas Kabag Prokopim Pemkab Aceh Selatan Denny Herry Safputra, dikutip detikSumut, Jumat (5/12).

Denny menyampaikan bahwa narasi yang menyebut Mirwan meninggalkan rakyatnya saat bencana tidak tepat. Ia menegaskan bahwa Mirwan dan istrinya sudah beberapa kali turun ke lokasi terdampak sebelum berangkat.

Bupati berusia 50 tahun itu juga diklaim ikut mengantarkan logistik secara langsung.

“Dan memastikan masyarakat mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah langsung tanpa kurang suatu apa pun,” kata Denny.

Menurut laporan Pemkab, para pengungsi di sejumlah titik disebut telah kembali ke rumah masing-masing dalam beberapa hari terakhir.

Ketua Umum PC Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Aceh Selatan, Heriadi, mengecam keberangkatan Mirwan. Ia menilai keputusan Mirwan tidak dapat diterima. 

Heriadi menyatakan bahwa pemimpin daerah seharusnya berada di garis depan memastikan keselamatan warga, bukan berada ribuan kilometer dari wilayah bencana.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga kehadiran pemimpinnya dalam penanganan bencana

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan