Skip to main content
Iklan

Indonesia

Sempat vakum 7,5 bulan, Bandara Jember Notohadinegoro buka lagi, layani rute mana?

Bandara Notohadinegoro terakhir melayani penerbangan komersial Susi Air dengan rute Jember–Sumenep.

Sempat vakum 7,5 bulan, Bandara Jember Notohadinegoro buka lagi, layani rute mana?
Pesawat maskapai FlyJaya terlihat di Bandara Notohadinegoro, Jember, setelah melayani penerbangan komersial Jember-Jakarta, Minggu (17/8/2025). (Dok Pemkab Jember)

JEMBER: Bandara Notohadinegoro di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali melayani penerbangan komersial pada 17 Agustus 2025, setelah sempat vakum selama tujuh setengah bulan sejak Januari 2025.

Soft launching ditandai dengan penerbangan perdana rute Jember–Jakarta pulang pergi (PP) yang dilayani maskapai FlyJaya menggunakan pesawat ATR 72-500. Momen ini menjadi bersejarah karena untuk pertama kalinya Jember memiliki jalur udara langsung menuju ibu kota.

Maskapai FlyJaya sendiri adalah pendatang baru di dunia penerbangan tanah air. FlyJaya  memulai debutnya pada 3 Juli lalu dengan rute penerbangan Jakarta Halim – Yogyakarta Adisutjipto.

POTENSI KUAT WISATA JEMBER

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember optimistis penerbangan langsung Jember–Jakarta bisa mendongkrak ekonomi lokal, sektor pariwisata dan memperluas akses perdagangan.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan penerbangan ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor untuk menghidupkan potensi wisata.

“Dengan adanya penerbangan ini, Jember semakin terbuka untuk dikunjungi. Kami ingin pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif ikut bangkit,” ujarnya dikutip detikJatim, Selasa (19/8).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember, Bobby Arie Sandy, menegaskan pihaknya akan memaksimalkan potensi wisata Jember agar memiliki nilai jual lebih.

Dengan terbukanya akses udara, wisatawan akan lebih mudah datang ke Jember.

“Potensi kita banyak, mulai dari lereng Arkopuro, Gunung Raung, wisata religi, hingga wisata edukasi berbasis kopi, cokelat, dan tembakau,” jelasnya.

Selain itu, pantai-pantai di pesisir selatan Jember menawarkan panorama menawan yang berpotensi menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Ia juga menyoroti keunikan wisata puncka bukit Rembangan yang hanya 20 menit dari pusat kota dan memiliki nilai sejarah tinggi.

“Kalau daerah lain butuh dua sampai tiga jam menuju puncak, di Jember cukup 20 menit saja. Bahkan kamar yang pernah ditempati Bung Karno di Hotel Rembangan masih terawat hingga kini. Ini nilai historis yang bisa menjadi daya tarik wisata,” tambah Bobby.

SEJARAH BANDARA NOTOHADINEGORO

Bandara Notohadinegoro sebelumnya sempat melayani penerbangan komersial melalui maskapai Susi Air dengan rute Jember–Sumenep, namun dihentikan pada Januari 2025. Sebelumnya, Garuda Indonesia dan Wings Air juga sempat beroperasi namun mundur karena rendahnya okupansi penumpang.

Saat ini, selain Fly Jaya, bandara tersebut juga melayani penerbangan carteran melalui maskapai Numa Air.

Dengan luas lahan 120 hektar dan panjang landas pacu 1.560 meter, Bandara Notohadinegoro tercatat sebagai bandara umum sipil pertama di Indonesia yang dibangun langsung oleh pemerintah kabupaten menggunakan dana APBD Kabupaten Jember.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan