Skip to main content
Iklan

Indonesia

Sempat tuai protes, Menteri Bahlil beri sinyal ojol tetap nikmati BBM subsidi

Pemerintah tengah mengkaji bagaimana mengindetifikasi pelat hitam ojol yang benar-benar digunakan untuk usaha.

Sempat tuai protes, Menteri Bahlil beri sinyal ojol tetap nikmati BBM subsidi
Ilustrasi BBM Subsidi (iStock/Ketut Agus Suardika)

JAKARTA: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengindikasikan bahwa pengemudi ojek online (ojol) akan tetap menerima subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Pernyataan ini disampaikan menyusul protes dari para pengemudi ojol yang menolak rencana pemerintah untuk mengecualikan mereka dari penerima BBM subsidi.

Menurut Bahlil, skema baru subsidi BBM saat ini masih dalam tahap finalisasi, termasuk penentuan kategori penerima.

Dalam rancangan skema tersebut, penyaluran subsidi akan dilakukan secara kombinasi, yakni melalui bantuan langsung tunai (BLT) dan subsidi langsung pada barang.

Subsidi barang, jelasnya, hanya akan diberikan kepada kendaraan berpelat kuning seperti transportasi publik dan UMKM.

Namun, meskipun ojol menggunakan pelat hitam, Ketua Umum Partai Golkar itu memastikan bahwa ojol akan dimasukkan dalam kategori UMKM yang berhak menerima subsidi BBM.

"Untuk ojol tetap (dapat subsidi BBM), karena mereka termasuk UMKM. Hanya saja, ada salah penafsiran sebelumnya. Saat ini kami masih melakukan exercise," ucapnya dilansir dari Bisnis setelah menghadiri acara Indonesia Mining Summit di Jakarta, Rabu (4/12).

Pemerintah juga tengah mengkaji kriteria yang membedakan ojol yang berhak mendapatkan subsidi BBM.

Tantangan utamanya adalah menentukan pelat hitam mana yang benar-benar digunakan untuk usaha ojol dan mana yang tidak.

"Subsidi nantinya akan diberikan kepada pelat kuning. Untuk ojol, saat ini kami masih dalam proses mengidentifikasi bagaimana membedakan pelat hitam yang digunakan untuk ojol dengan yang bukan," jelas Bahlil.

Sebelumnya, Bahlil sempat menyatakan bahwa ojol mungkin tidak akan menerima subsidi BBM karena menggunakan pelat hitam, bukan pelat kuning seperti angkutan umum.

Ia juga mengungkapkan bahwa banyak pengusaha yang memiliki beberapa unit kendaraan bermotor dan menyewakannya kepada pengemudi ojol, sehingga kendaraan tersebut tidak layak mendapatkan subsidi.

"Masa yang kayak gini disubsidi? Tetapi kita hitung baik. Yang jelas bijaksana untuk bijaksana," tutupnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan