Sederet orang asing jadi pengurus Danantara, siapa saja dan apa alasan penunjukan?
Salah satu sosok yang bergabung adalah Ray Dalio, milyarder Amerika Serikat (AS) dan pendiri Bridgewater Associates, hedge fund terbesar di dunia.
JAKARTA: Struktur lengkap Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi diumumkan.
Sejumlah nama asing masuk dalam susunan kepengurusan, terutama di jajaran Dewan Penasihat.
Salah satu tokoh yang bergabung dari keterangan yang diterima CNA Indonesia adalah Ray Dalio, milyarder Amerika Serikat (AS) dan pendiri Bridgewater Associates, hedge fund terbesar di dunia dengan aset kelolaan mencapai US$124 miliar (Rp1,984 triliun).
Dalio yang berdasarkan data Majalah Forbes adalah manuasia ke-124 terkaya di dunia juga dikenal sebagai penasihat makroekonomi di berbagai negara.
"Di Dewan Penasihat ada Bapak Ray Dalio. Dia adalah investor paling sukses di dunia dan juga penasihat makroekonomi di banyak negara," ujar Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, Senin (24/3).
Selain Dalio, Dewan Penasihat Danantara juga diisi oleh ekonom dan akademisi global, Jeffrey Sachs dari AS, Equity Portfolio Manager Capital Group, F Chapman Taylor, serta mantan Perdana Menteri Thailand dan taipan telekomunikasi, Thaksin Shinawatra.
Rosan mengatakan bahwa Jeffrey Sachs memiliki pengalaman luas dan telah menulis banyak buku tentang ekonomi.
"Beliau sangat memahami ekonomi, bukan hanya di dunia, tetapi juga di ASEAN, sehingga bisa memberikan perspektif berbeda dalam pengambilan keputusan investasi," tuturnya.
Sementara itu, F Chapman Taylor dikenal dengan kepemimpinannya di industri investasi, dan Thaksin saat ini juga memiliki peran strategis sebagai penasihat Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.
Selain di Dewan Penasihat, nama-nama asing juga masuk ke dalam jajaran Komite Investasi dan Manajemen. Yup Kim ditunjuk sebagai anggota Komite Investasi dan Portofolio, sementara Lieng-Seng Wee menjabat sebagai Managing Director Risk and Sustainability.
Yup Kim merupakan Chief Investment Officer (CIO) di Texas Municipal Retirement System (TMRS), yang mengelola aset senilai US$40 miliar.
Sebelum bergabung dengan TMRS pada 2024, ia menjabat sebagai Head of Investments, Private Equity di CALPERS, salah satu dana pensiun terbesar di dunia dengan aset mencapai US$490 miliar.
Lieng-Seng Wee memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun di bidang manajemen risiko kuantitatif.
WN Singapura ini menyelesaikan pendidikan di National University of Singapore dan The Wharton School, University of Pennsylvania.
Dalam kariernya, ia saat ini menjabat sebagai CEO dan Co-Founder Dragonfly yang berbasis di New York serta pernah menduduki posisi strategis di Deutsche Bank dan CAPCO.
ALASAN PEREKRUTAN TOKOH GLOBAL
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menjelaskan bahwa kehadiran banyak tokoh asing dalam struktur organisasi bertujuan untuk memperkuat kapasitas Danantara dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
"Kami sangat menyadari risiko makroekonomi dan geopolitik yang semakin besar. Oleh karena itu, kami membutuhkan penasihat yang memiliki wawasan luas dan pengalaman mendalam," ujar Pandu.
Ia mencontohkan kondisi pasar modal global yang saat ini bergejolak, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain seperti Thailand, Turki, dan Amerika Serikat. Dengan kehadiran tim yang solid dan kompeten, Pandu berharap hal ini bisa memberikan sentimen positif bagi pasar.
Lebih lanjut, Pandu menegaskan bahwa seluruh nama dalam struktur kepengurusan Danantara telah melalui proses seleksi ketat berdasarkan kompetensi masing-masing.
"Tidak ada titipan. Semua profesional di bidangnya, dan memiliki rekam jejak global," pungkasnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.