Skip to main content
Iklan

Indonesia

Saingi Thailand dan Vietnam, Indonesia buka keran ekspor durian ke China

Dari 27 spesies durian di dunia, 21 di antaranya berasal dari Indonesia, dan hingga 2024 tercatat ada 114 varietas unggul baru hasil pengembangan dalam negeri.

JAKARTA: Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah besar untuk memperluas pasar ekspor durian beku ke China, menyusul meningkatnya permintaan durian dunia yang kini didominasi pasar Asia. Langkah ini dipandang sebagai momentum penting bagi Indonesia untuk menegaskan posisi sebagai pemain baru dalam industri durian global.

Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) mengonfirmasi bahwa Indonesia telah menandatangani protokol ekspor durian beku dengan General Administration of Customs of China (GACC) pada 25 Mei 2025.

“Hingga saat ini sudah ada delapan perusahaan yang lolos verifikasi untuk mengekspor durian beku ke China,” kata Sekretaris Jenderal Apdurin, Aditya Pradewo, dikutip Antara, Senin (17/11).

PERMINTAAN DURIAN DUNIA MELEJIT, INDONESIA PUNYA KEUNGGULAN ALAMIAH

Durian memang sedang sangat populer di China. Buah asal Asia Tenggara ini kini menjadi komoditas baru dengan nilai industri olahan mencapai lebih dari US$1 triliun. Di pasaran, harga durian tanpa kulit dibanderol antara 70 yuan hingga 200 yuan atau sekitar Rp165 ribu–Rp471 ribu per buah.

Popularitas durian di China melonjak berkat inovasi olahan seperti kue, teh, kopi, hingga makanan rebusan panas. Produk turunan ini menjadi tren di kalangan anak muda dan terus mendorong permintaan buah segar dari negara produsen, termasuk Indonesia.

Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir, menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat ekspor karena iklim tropis, varietas yang beragam, dan lahan tanam yang luas.

“Indonesia mampu memasok durian berkualitas tinggi sepanjang tahun,” ujarnya.

Meskipun Thailand masih menjadi pemasok utama durian ke China, dominasinya mulai menurun dengan penurunan volume ekspor 12,1 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Vietnam berada di posisi kedua dengan kenaikan ekspor 49,4 persen, namun harga rata-ratanya menurun — membuka ruang bagi Indonesia untuk masuk sebagai kekuatan baru di pasar tersebut.

Dukungan juga datang dari Asosiasi Durian Internasional yang berkomitmen membantu Indonesia lewat transfer teknologi, standardisasi kualitas, dan pengembangan merek global. Sekretaris Jenderal asosiasi itu, Liu Feng, menyebut kebangkitan industri durian Indonesia sebagai fase baru dalam peta industri durian dunia.

Indonesia memiliki banyak sentra produksi durian di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi durian nasional tahun 2024 mencapai 1,96 juta ton, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pada periode yang sama, Indonesia telah mengekspor 600 ton durian beku ke Thailand dan Hong Kong.

Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dari 27 spesies durian di dunia, 21 di antaranya berasal dari Indonesia, dan hingga 2024 tercatat ada 114 varietas unggul baru hasil pengembangan lokal.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan