Skip to main content
Iklan

Indonesia

Ruang mesin bocor, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali: 5 tewas, 29 masih hilang

Hanya 20 menit setelah berlayar, kru kapal mengirimkan sinyal darurat melalui saluran radio maritim.

Ruang mesin bocor, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali: 5 tewas, 29 masih hilang

KMP Tunu Pratama Jaya (Kemenhub)

03 Jul 2025 02:33PM (Diperbarui: 03 Jul 2025 02:46PM)

DENPASAR: Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada Kamis dini hari (3/7), setelah diduga mengalami kebocoran di ruang mesin.

Insiden tragis ini terjadi dalam pelayaran malam dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Berdasarkan laporan NusaBali, kapal berangkat dari Ketapang pada Rabu malam pukul 22.56 WIB.

Namun hanya 20 menit setelah berlayar, kru kapal mengirimkan sinyal darurat melalui saluran radio maritim, melaporkan adanya kebocoran pada ruang mesin.

Tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami mati total atau blackout, sebelum akhirnya dilaporkan oleh kapal penolong KMP Tunu Pratama Jaya 3888 terbalik dan terseret arus ke arah selatan

Kapal diperkirakan tenggelam pada pukul 00.20 WITA atau 23.20 WIB. Tragedi ini terjadi begitu cepat, menyisakan kekhawatiran akan jumlah korban yang masih belum ditemukan.

Menurut data manifest, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut total 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal. Selain itu, kapal juga membawa 22 kendaraan termasuk 1 unit sepeda motor, 4 mobil pribadi, 3 pick-up, 3 truk sedang, 3 truk besar, dan 8 truk tronton.

Hingga Kamis sore pukul 14.00 WITA, tim SAR gabungan mencatat sudah 31 orang berhasil diselamatkan.

Lima penumpang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, pencarian terhadap 29 orang lainnya masih terus dilakukan.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, membenarkan bahwa pencarian masih difokuskan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

"Tim SAR gabungan terus menyisir wilayah Selat Bali untuk menemukan korban lainnya," ujarnya.

Lima korban meninggal yang telah berhasil diidentifikasi antara lain: Anang Suryono dari Banyuwangi, Eko Sastriyo (51) dari Sukowidi, Elok Rumantini (36) dari Sritanjung, Cahyani (45) dari Krajan Kulon, dan Fitri A. Lestari dari Dusun Simbar.

Jenazah mereka telah dievakuasi ke RSUD Negara, Jembrana untuk proses visum dan identifikasi lanjutan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjungwangi, Purgana, menyatakan bahwa kapal dalam kondisi laik laut saat diberangkatkan dari Ketapang.

Ia menyebut pemeriksaan teknis telah dilakukan dan tidak ditemukan indikasi pelanggaran sebelum kapal meninggalkan dermaga.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan