Skip to main content
Iklan

Indonesia

Gaduh Roti Aoka, benarkah pakai bahan pengawet kosmetik?

Roti yang diproduksi di Bandung ini dituduh mengandung sodium dehydroacetate.

Gaduh Roti Aoka, benarkah pakai bahan pengawet kosmetik?
Roti Aoka (YouTube/mediocrickey)
22 Jul 2024 04:02PM (Diperbarui: 22 Jul 2024 04:16PM)

JAKARTA: Roti Aoka angkat bicara menyusul gaduh berita bahwa roti itu mengunakan bahan pengawet kosmetik.

PT Indonesia Bakery Family (PT IBF) yang memproduksi Roti Aoka membantah kabar burung yang menurut mereka menyesatkan.

"PT Indonesia Bakery Family selaku produsen roti Aoka merupakan produsen makanan yang sangat memperhatikan kualitas bahan baku, termasuk aspek kesehatan bagi konsumen. Aoka diproduksi dari bahan berkualitas, diproses secara higienis, dan aman bagi kesehatan," kata Head Legal PT IBG, Kemas Ahmad Yani, kepada Kantor Berita Antara, Senin (22 Juli).

Kemas menegaskan Roti Aoka tidak mengandung bahan pengawet kosmetik sodium dehydroacetate seperti yang dituduhkan.

Roti mereka, lanjutnya, telah melewati pengujian Badan Obat dan Makanan (BPOM) dan telah mendapatkan izin edar untuk seluruh varian sebagaimana tercantum dalam kemasan produk.

"Seluruh produk Roti Aoka tidak mengandung sodium dehydroacetate dan masa kedaluwarsa bukan enam bulan.”

Roti ini diketahui diproduksi di Bandung, memiliki gudang di Tangerang Selatan dan Kota Tangerang, dan menyasar warung-warung kecil serta minimarket.

Roti Aoka menjelaskan produknya relatif dapat bertahan selama tiga bulan sejak masa produksi.

Awal mula dugaan ditemukannya sodium dehydroacetate di Roti Aoka adalah setelah Paguyuban Roti dan Mie Ayam Borneo atau Parimbo melakukan uji laboratorium.

Majalah Tempo melaporkan Paguyuban itu penasaran dengan laporan dari anggota Parimbo mengenai peredaran roti yang tahan lama dan tidak berjamur sama sekali, walau telah beberapa bulan melewati tanggal kedaluwarsanya

Paguyuban itu kemudian mengirimkan sampel Roti Aoka ke laboratorium milik SGS Indonesia – bagian dari SGS Group, perusahaan multinasional yang menyediakan jasa laboratorium verifikasi, pengujian, inspeksi, dan sertifikasi.

Hasil pengujian mendapati sampel Roti Aoka disebut mengandung sodium dehydroacetate (dalam bentuk asam dehidroasetat) sebanyak 235 miligram per kilogram.

Guru besar bidang ilmu dan teknologi pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Sugiyono, memaparkan senyawa kimia ini dapat menghambat pertumbuhan mikroba sehingga dapat mengawetkan produk.

Namun, melalui surat nomor 001/SGS-LGL/VII/2024 tertanggal 15 Juli 2024 dari SGS Indonesia kepada IBF, pihak SGS Indonesia memberikan klarifikasi tertulis kepada IBF, berbunyi membantah dan menegaskan informasi tersebut bukan berasal dari mereka.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan