Ribuan ikan Cisadane mati diduga keracunan, amankah untuk dimakan?
Dalam berbagai video yang viral, warga mengumpulkan ikan-ikan yang mengambang di sungai Cisadane.
Ilustrasi ikan air tawar. (iStock)
Ribuan ikan ditemukan mengambang di Sungai Cisadane pada Senin (9/2), diduga akibat pencemaran zat kimia. Fenomena ini menarik perhatian warga Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, yang berbondong-bondong mendatangi tepi sungai untuk menangkap ikan yang muncul ke permukaan.
Sejak sore hari hingga menjelang Maghrib, ikan-ikan terlihat berenang tidak normal dan mengapung di tepian. Sejumlah warga bahkan turun langsung ke bantaran sungai, seperti diberitakan CNN Indonesia.
Dalam berbagai video yang viral di media sosial, terlihat warga menangkap ikan berbagai jenis, seperti tawes, mujair hingga patin. Di antara yang terekam adalah ikan patin berukuran besar, dengan panjang sekitar 1 meter.
Warga mengaku ikan hasil tangkapan rencananya akan digoreng dan sebagian dibagikan kepada tetangga.
Penyebab pasti kemunculan ribuan ikan tersebut masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada pencemaran akibat kebakaran gudang pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Setu, Kota Tangerang Selatan, pada Senin sekitar pukul 04.30 WIB.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan sebelumnya menemukan adanya residu kebakaran yang mencemari aliran kali di Serpong, yang bermuara ke Sungai Cisadane.
Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mati atau mengambang di Kali Jaletreng maupun Sungai Cisadane.
“Sejak awal kita sudah informasikan, jangan dikonsumsi ikan-ikan itu karena sudah tercemar,” kata Benyamin dalam keterangannya yang dipublikasi tim humas Tangerang Selatan, Selasa (10/2).
Ia meminta Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan melakukan pendataan serta skrining terhadap warga yang terlanjur mengonsumsi ikan tersebut. Puskesmas juga diminta siaga apabila ada warga yang mengalami gejala seperti mual dan muntah.
Imbauan serupa disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi meminta warga tidak mengonsumsi air maupun ikan dari Sungai Cisadane hingga ada kepastian hasil uji laboratorium.
“Risiko jangka panjang zat kimia, salah satunya kanker. Kalau masuk ke lambung bisa menyebabkan kanker usus,” ujar Hendra seperti dikutip dari Detik, Selasa (10/2).
Menurutnya, paparan zat kimia dalam air berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius apabila dikonsumsi dalam jangka panjang. Karena itu, masyarakat diminta menunggu hasil pengujian resmi untuk memastikan keamanan air dan ikan dari Sungai Cisadane.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.