Skip to main content
Iklan

Indonesia

Prostitusi gay merebak di Taman Daan Mogot, 2 pria diamankan

Dua pria berinisial  SA (58) dan SR (27), diciduk sedang berduaan di area gelap taman yang berada di bantaran kali.

Prostitusi gay merebak di Taman Daan Mogot, 2 pria diamankan
Daerah Daan Mogot (Kitabaca.org)

JAKARTA: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Administrasi Jakarta Barat mengamankan dua pria yang diduga melakukan praktik prostitusi sesama jenis di Taman Daan Mogot Km 12, Cengkareng, Jakarta Barat.

Keduanya ditangkap dalam operasi malam yang dilakukan Jumat (14/11) sekitar pukul 23.00 sebagai tindak lanjut dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, khususnya Pasal 42 yang melarang segala bentuk praktik prostitusi di ruang publik.

Dua pria yang diduga gay itu diwartakan Kompas.com diidentifikasi berinisial SA (58) dan SR (27). Mereka diciduk sedang berduaan di area gelap taman yang berada di bantaran kali.

SA diketahui adalah warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sementara SR dari Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

“Hasil operasi, empat spanduk imbauan Perda Pasal 42 sudah dipasang di titik rawan, dan dua orang diduga homoseksual kami bawa ke Panti Sosial Kedoya,” ucap Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan dalam keterangan resmi, Sabtu (15/11).

PENERTIBAN AREA GELAP

Satpol PP DKI Jakarta menindaklanjuti keresahan warga sekitar dengan melakukan penjagaan dan patroli setiap malam di kawasan pertamanan Jalan Daan Mogot.

Sebanyak 10 personel disiagakan untuk mencegah praktik prostitusi di area taman yang minim penerangan.

Satpol PP menegaskan operasi serupa akan dilakukan secara berkala guna menutup ruang aktivitas asusila di fasilitas umum.

Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pemerintah provinsi akan membenahi kondisi Taman Daan Mogot agar lebih terang, aman, dan nyaman bagi warga.

“Daan Mogot termasuk yang akan kita prioritaskan. Taman itu akan dibuat lebih terang, terbuka, dan bisa dimanfaatkan semua warga. Kemarin kondisinya masih gelap,” kata Pramono.

Sebelumnya, warga setempat melaporkan bahwa aktivitas prostitusi pria sesama jenis di kawasan pertamanan Jalan Daan Mogot telah berlangsung lama dan kian marak.

Seorang pedagang kaki lima, Acong, mengaku aktivitas itu kerap terjadi menjelang tengah malam.

Pelaku prostitusi kebanyakan datang ke lokasi dengan menggunakan sepeda motor.Ada juga yang datang menggunakan mobil.

“Orang-orang berhenti di situ, motornya diparkir, terus masuk ke area gelap. Itu memang sering terjadi,” kata Acong, dilansir dari Antara.

Ia menyebut para pelaku biasanya mulai berdatangan sekitar pukul 22.00 WIB hingga lewat tengah malam, dan kebanyakan bukan warga setempat.

"Bukan, bukan warga sini. Nunggu di dalam semua (masuk ke area gelap). Gue (saya) mah ngelihatin doang aja. Gue bilang itu apaan dah," tandas Acong.

Source: Others/ew/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan