Skip to main content
Iklan

Indonesia

Pro dan kontra muncul, Jakarta rencana wajibkan pencak silat jadi ekskul di sekolah

Pencak silat dinilai dapat membuat fisik anak-anak Jakarta tumbuh tegap dan kuat serta memiliki keberanian.

Pro dan kontra muncul, Jakarta rencana wajibkan pencak silat jadi ekskul di sekolah
Ilustrasi pencak silat (iStock)

JAKARTA: Wacana menjadikan pencak silat sebagai kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) wajib di sekolah-sekolah DKI Jakarta menuai pro dan kontra.

Gagasan ini pertama kali diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebagai bentuk penghormatan terhadap mendiang Eddie Marjoeki Nalapraya—tokoh pelestari pencak silat dan Wakil Gubernur Jakarta periode 1984–1987.

"Beliau (alm. Eddie Nalapraya) sangat berharap pencak silat bisa menjadi pilihan utama generasi muda. Karena itu, kami mempertimbangkan untuk mewajibkannya sebagai ekskul di sekolah-sekolah," ujar Rano usai melayat almarhum.

Pemeran Si Doel itu menjelaskan bahwa keinginan tersebut disampaikan langsung oleh almarhum dalam pertemuan pribadi dua bulan sebelum wafat.

Ia menilai bahwa pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga bagian penting dari budaya nasional.

Namun, tak semua pihak sependapat. Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Abdul Aziz, menyuarakan penolakan terhadap kewajiban tersebut. Ia menilai pencak silat sebaiknya menjadi pilihan, bukan paksaan.

"Gagasan ini bagus untuk pelestarian budaya Betawi. Tapi kalau diwajibkan, saya kurang setuju. Tidak semua siswa suka pencak silat," kata Aziz kepada detikNews, Jumat (16/5).

Aziz juga mengingatkan agar para pejabat daerah berpikir panjang sebelum membuat pernyataan kebijakan.

Menurutnya, perlu ada kajian menyeluruh sebelum keputusan semacam itu diterapkan. Ia juga mempertanyakan kesiapan sumber daya manusia, seperti pelatih dan fasilitas, di seluruh sekolah.

Di sisi lain, dukungan datang dari anggota Komisi E lainnya, Oman Rohman Rakinda dari Fraksi PAN. Ia menilai pencak silat layak menjadi ekskul wajib karena mengandung banyak nilai positif bagi pelajar.

"Pencak silat merupakan warisan budaya adiluhung, ada unsur beladiri, seni, gerak olahraga dan pembangunan karakter sportivitas," sebutnya.

Ia menyebut, selain pelestarian budaya, pencak silat dapat membantu menumbuhkan kepercayaan diri dan daya saing generasi muda.

"Kita harapkan anak-anak kita fisiknya tumbuh tegap kuat, memiliki keberanian dan siap bersaing dalam kariernya," sambungnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan