Skip to main content
Iklan

Indonesia

Prabowo puji Paus Fransiskus sebagai pembela perdamaian dan fakir miskin

Dalam sebuah postingan media sosial, Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan belasungkawa atas wafatnya pemimpin Gereja Katolik sedunia.

Prabowo puji Paus Fransiskus sebagai pembela perdamaian dan fakir miskin

Paus Fransiskus berjabat tangan dengan presiden terpilih Indonesia Prabowo Subianto, 4 September 2024. (Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

21 Apr 2025 09:06PM (Diperbarui: 22 Apr 2025 08:31AM)

JAKARTA: Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan belasungkawa atas wafatnya pada Senin (21/4) Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik yang dipujinya sebagai pembela perdamaian dan fakir miskin.

"Dengan rasa duka yang mendalam, saya menerima kabar mangkatnya Paus Fransiskus," kata Prabowo lewat akun media sosialnya.

"Dunia kembali kehilangan sosok panutan yang memiliki komitmen besar terhadap perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan."

Dalam postingannya di Facebook, Prabowo mengenang kunjungan Sri Paus ke Jakarta pada 2024 yang "memberikan kesan yang mendalam, tidak hanya di kalangan umat Katolik namun di hati seluruh rakyat Indonesia".

"Pesan kesederhanaan, pluralisme, keberpihakan kepada orang miskin dan kepedulian Sri Paus terhadap sesama akan selalu menjadi teladan bagi kita semua.

"Selamat jalan Sri Paus, pesanmu untuk menjaga Bhinneka Tunggal Ika akan selalu membekas di hati," pungkas Prabowo.

Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) turut, yang menjabat saat Sri Paus berkunjung ke Indonesia pada 2024, turut menyampaikan dukanya.

"Kepemimpinan dan kasih Sri Paus Fransiskus telah menyentuh banyak orang dari berbagai latar belakang di seluruh dunia," katanya dalam posting media sosial.

"Saya masih ingat dengan jelas pertemuan kami saat kunjungan beliau ke Indonesia. Dengan kehangatan, kesederhanaan, dan ketulusannya, beliau menjadi contoh nyata kekuatan persaudaraan di tengah perbedaan."

Dalam unggahan video di Facebook tersebut yang mengenang momen-momen kunjungan Sri Paus, ia juga mengatakan: "Sri Paus Fransiskus tidak pernah lelah menyerukan perdamaian, termasuk harapan akan perdamaian konflik dan kemerdekaan untuk rakyat Palestina.

"Keteladanan Sri Paus Fransiskus menjadi inspirasi banyak orang, juga umat Katolik di Indonesia yang menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan, menyebarkan kasih dan toleransi antar-umat beragama.

"Turut berduka cita atas wafatnya Sri Paus Fransiskus. Selamat jalan jiwa mulia. Selamat beristirahat dalam kedamaian."

PENGGERAK DIALOG ANTAR-AGAMA

Kunjungan Sri Paus tahun lalu ke Jakarta merupakan bagian dari tur ke empat negara Asia Pasifik—perjalanan terpanjang selama masa kepausannya—yang mencakup Indonesia, Papua Nugini, Timor-Leste, dan Singapura.

Sri Paus bersama Imam Besar Indonesia Nasaruddin Umar mempromosikan keharmonisan antar-agama—sebuah langkah yang menurut para pakar merupakan kemajuan positif.

Paus Fransiskus juga mengunjungi Masjid Istiqlal di Jakarta—masjid terbesar di Asia Tenggara—dan mengadakan dialog antar-agama bersama para pemimpin agama dari berbagai komunitas.

“Dialog dan interaksi antar-pemimpin agama sangat penting, khususnya bagi masyarakat luas yang berusaha memahami berbagai masalah global,” kata Kumar Ramakrishna, dekan S Rajaratnam School of International Studies di Nanyang Technological University, Singapura kepada CNA.

Kumar juga mengatakan bahwa aksi positif antara Sri Paus dan Imam Besar Indonesia memberikan pesan yang kuat kepada masyarakat luas tentang pentingnya toleransi beragama.

Sepanjang masa kepausannya, Paus Fransiskus telah melakukan 47 kunjungan internasional ke lebih dari 65 negara dan wilayah, termasuk kunjungan bersejarah ke Irak, Uni Emirat Arab, Myanmar, Makedonia Utara, Bahrain, dan Mongolia.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/jt

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan