Skip to main content
Iklan

Indonesia

Prabowo tegaskan bukan presiden boneka, tidak dikendalikan Jokowi

Prabowo mengakui bahwa dirinya memang rutin bertelepon dengan Jokowi.

Prabowo tegaskan bukan presiden boneka, tidak dikendalikan Jokowi
Jokowi dan Prabowo Subianto (Reuters)
06 May 2025 09:34AM (Diperbarui: 06 May 2025 10:35AM)

JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto secara tegas membantah anggapan bahwa dirinya hanyalah "presiden boneka" yang dikendalikan oleh pendahulunya, Joko Widodo. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (5/5).

Isu “matahari kembar” yang belakangan merebak di ruang publik—mengacu pada dugaan dualisme kekuasaan antara Prabowo dan Jokowi—menjadi latar belakang pernyataan tersebut.

Presiden menilai isu tersebut menyesatkan dan tidak berdasar.

“Dikatakan saya ini presiden boneka, dikendalikan oleh Pak Jokowi, seolah-olah tiap malam beliau telepon saya memberi perintah. Saya nyatakan, itu tidak benar,” tegas Prabowo di hadapan para menteri dikutip Kantor Berita Antara.

Prabowo mengakui dirinya memang rutin berkomunikasi via telepon dengan Jokowi. Namun, sebatas konsultasi mengenai memimpin pemerintahan.

Ia menilai pengalaman Jokowi sebagai Presiden selama dua periode merupakan sumber masukan yang berharga.

Namun, ia menegaskan bahwa konsultasi serupa juga dilakukannya dengan dua mantan presiden lainnya: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri.

“Saya bertemu dan berbicara dengan Pak SBY, Ibu Mega, dan Pak Jokowi—semuanya tidak ada masalah. Itu hal yang wajar dalam demokrasi dan kenegaraan,” jelasnya.

Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap capaian Jokowi selama menjabat, terutama dalam menjaga kestabilan ekonomi dan pengendalian inflasi. Menurutnya, penghargaan terhadap prestasi pendahulu bukan berarti mengurangi independensi kepemimpinannya saat ini.

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda pada 22 April 2025 lalu, Jokowi juga telah membantah isu “matahari kembar”. Ia menegaskan bahwa saat ini hanya ada satu pemimpin negara: Presiden Prabowo Subianto.

“Sudah saya tegaskan berulang kali, tidak ada matahari kembar. Presiden kita sekarang hanya satu, yakni Bapak Prabowo Subianto,” ujar Jokowi saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan