Prabowo siapkan kapal induk pertama RI jadi pangkalan helikopter untuk penanganan bencana
Eks Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba pada September dan akan dimodifikasi untuk membawa hingga 10 helikopter kelas menengah serta mendukung operasi udara.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi. (Foto: navy.mil)
JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto menyiapkan kapal induk pertama Indonesia untuk dijadikan pangkalan helikopter dan drone guna mempercepat penanganan kebakaran hutan serta bencana alam.
Kapal eks Angkatan Laut Italia Giuseppe Garibaldi yang nantinya diberi nama KRI Gajah Mada itu disebut mampu menampung hingga 10 helikopter kelas menengah.
Kapal tersebut saat ini tengah berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan tiba pada 15-20 September.
Prabowo mengatakan pemerintah tidak berencana menggunakan kapal tersebut semata-mata sebagai kapal induk konvensional. Setelah masuk jajaran TNI Angkatan Laut, kapal akan dimodifikasi untuk mendukung pengoperasian helikopter dan drone.
"Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran TNI Angkatan Laut, itu kita akan ubah menjadi kapal induk helikopter. Untuk drone," kata Prabowo dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).
Menurut Prabowo, kapal tersebut mampu menampung hingga 10 helikopter kelas menengah seperti Black Hawk dan Mi-17. Masing-masing helikopter disebut dapat membawa beberapa ton air untuk operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
"Dan itu kemampuannya untuk bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, saya kira sejeni Black Hawk, Mi-17. Rata-rata bisa angkut 4-5 ton air," ujarnya.
Dengan kapasitas tersebut, kapal dapat bergerak mendekati wilayah yang memiliki konsentrasi titik api tinggi. Helikopter yang berada di atas kapal kemudian dapat dikerahkan untuk mempercepat pemadaman dari udara.
"Jadi kalau punya 10 heli segera merapat ke titik api terbanyak, ini akan sangat membantu respon kita," tutur Kepala Negara.
Rencana tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem penanganan bencana yang tidak hanya mengandalkan pengerahan personel dari darat. Kapal juga diproyeksikan mendukung mobilisasi udara dan logistik ketika terjadi bencana lain.
DARI KAPAL INDUK HINGGA DRONE PEMADAM
Selain kapal induk helikopter, pemerintah menyiapkan pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca.
Prabowo mengatakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan mengkaji material yang dinilai paling efektif untuk mempercepat proses tersebut.
"Kita nanti juga alokasikan pesawat untuk modifikasi cuaca, kemudian BRIN mengkaji zat apa paling efisien untuk paling cepat modifikasi cuaca," kata Presiden.
Pemerintah turut mempertimbangkan penggunaan drone berukuran besar yang mampu membawa dan menjatuhkan air di lokasi kebakaran.
Drone tersebut direncanakan ditempatkan lebih dekat dengan wilayah rawan sehingga dapat memberikan respons awal sebelum dukungan dalam skala lebih besar tiba.
"Dan selanjutnya kita harus mengadakan drone yang bisa melempar air, ada drone besar sampai bisa angkut dan lempar air. Kalau ada di tempat terdepan lebih baik," ujarnya.
Rencana pemanfaatan kapal untuk penanggulangan bencana memberikan fungsi baru bagi Giuseppe Garibaldi, yang sebelumnya merupakan kapal induk Angkatan Laut Italia.
Kapal buatan perusahaan Italia Fincantieri tersebut mulai beroperasi pada 1985. Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180,2 meter, kecepatan maksimum 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam, serta jangkauan hingga 7.000 mil laut atau sekitar 13.000 kilometer.
Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk jenis Short Take Off and Vertical Landing (STOVL), yang dirancang untuk mendukung operasi pesawat sayap tetap dan helikopter.
Sebagai kapal perang, Giuseppe Garibaldi juga dilengkapi sejumlah sistem persenjataan dan pertahanan antara lain peluncur Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, sistem senjata Oto Melara kembar 40L70 DARDO, tabung torpedo kaliber 324 mm, rudal Otomat Mk 2 SSM, serta radar dengan kemampuan jamming.
Secara umum, kapal induk berfungsi sebagai pangkalan udara bergerak di laut sehingga memungkinkan operasi udara dilakukan jauh dari pangkalan di darat. Kapal jenis ini juga dapat digunakan untuk mendukung operasi logistik, komando hingga misi kemanusiaan.
Akuisisi Giuseppe Garibaldi sekaligus menjadi bagian dari modernisasi kemampuan pertahanan Indonesia yang telah didorong Prabowo sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2019-2024.
Selama menjabat Menhan, Prabowo mengawasi sejumlah pengadaan alutsista, mulai dari jet tempur, sistem rudal hingga kapal perang. Gagasan untuk menghadirkan kapal induk kemudian mengemuka setelah dirinya menjabat sebagai presiden.
Dengan akuisisi tersebut, Indonesia disebut akan menjadi negara kedua di Asia Tenggara setelah Thailand yang mengoperasikan kapal induk.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.