Prabowo sepakati usulan tampung 1.000 pengungsi Gaza di pesantren Jawa Timur
Selain Jawa Timur, beberapa tokoh masyarakat di Jawa Barat juga telah menyatakan kesiapannya menerima pengungsi dari Gaza dan menempatkan mereka di pesantren.
Presiden terpilih Prabowo Subianto (CNA/Danang Wisanggeni)
JAKARTA: Presiden terpilih Indonesia Prabowo Subianto mengatakan pemerintah berencana menerima 1.000 pengungsi Palestina dari Gaza untuk diasuh di pesantren-pesantren di Jawa Timur.
Rencana ini muncul berdasarkan usulan dari mantan gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menteri Pertahanan Prabowo seperti dikutip dari Antara mengatakan, usulan tersebut akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo untuk dipertimbangkan.
Belum diketahui bagaimana teknis pelaksanaan penerimaan pengungsi Gaza nantinya. Namun Prabowo mengatakan masih akan berkoordinasi dengan Sekretaris Jenderal PBB dan pimpinan negara lain terkait usulan tersebut.
Selain Jawa Tengah, Prabowo juga mengatakan bahwa beberapa tokoh masyarakat di Jawa Barat juga telah menyampaikan kesiapan mereka menerima para pengungsi dari Gaza dan mengirim mereka ke pesantren untuk menempuh pendidikan.
Saat ini ada lebih dari 39.000 pesantren di Indonesia berdasarkan data Kementerian Agama pada 2023.
Khofifah yang juga ketua Muslimat NU mengatakan bahwa dia telah melakukan koordinasi dengan pesantren-pesantren di Jawa Tengah untuk mengasuh dan mendidik anak-anak dari Palestina.
Selain itu, Khofifah juga mengatakan, beberapa universitas di Jawa Tengah juga siap memberikan beasiswa kepada para pengungsi dari Gaza, Palestina.
"Kami sudah berkomunikasi dengan Duta Besar Palestina, Perguruan Tinggi (Universitas Islam Malang/Unisma) siap memberikan 50 beasiswa S1, S2, dan S3 untuk mahasiswa Palestina," kata Khofifah ketika berbicara di forum Muslimat NU di Unisma pada Minggu (9 Jun).
Indonesia memang kerap memberikan beasiswa bagi para pelajar dari Palestina. Pada November tahun lalu, Prabowo menyambut 22 mahasiswa Palestina penerima beasiswa di Universitas Pertahanan, Jakarta.
Pemberian beasiswa untuk warga Palestina menjadi salah satu cara komunitas internasional membantu korban perang.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada April lalu mengatakan akan memberikan 5.000 beasiswa bagi mahasiswa asal Palestina untuk meneruskan studi di Pakistan.
Selain memberikan bantuan pendidikan, pemerintah Indonesia juga berencana mengevakuasi sekitar seribu warga Palestina yang terluka akibat serangan Israel di Gaza untuk dirawat di rumah sakit Indonesia.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan mengevakuasi warga Palestina memerlukan proses yang panjang, bahkan kemungkinan baru bisa terealisasi di masa kepresidenan Prabowo nanti.
"Karena pertanyaan pertama kan bagaimana mereka bisa keluar dari Gaza dan sebagainya. Jadi mungkin pada saat pelaksanaannya memang di bawah pemerintahannya pak presiden terpilih," kata Retno seperti dikutip dari Republika Senin pekan lalu.
President Jokowi juga berencana mengirim tim medis dan mendirikan rumah sakit darurat untuk membantu warga Palestina yang terluka dalam agresi militer Israel, kata Prabowo pada Kamis lalu.
Dalam Shangri-La Dialogue di Singapura, Prabowo menegaskan sikap yang dipegang Indonesia sejak lama, yaitu satu-satunya solusi dalam menciptakan perdamaian dan keamanan bagi warga Palestina dan Israel adalah solusi dua-negara.
"Mengapa ini penting bagi kami? Karena Indonesia adalah bagian dari dunia Islam. Meski secara fisik kami tidak berasal dari kawasan itu, namun apa yang terjadi Timur Tengah, apa yang terjadi di Gaza, telah berdampak dan memicu keprihatinan dari rakyat Indonesia," kata dia.
Serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober - yang memicu serangan Israel ke Gaza - menewaskan sekitar 1.200 orang, menurut pihak berwenang Israel.
Reuters melaporkan, pengeboman dan invasi Israel berikutnya ke Gaza telah menewaskan sedikitnya 36.801 warga Palestina, menurut penghitungan terbaru oleh kementerian kesehatan Gaza pada 8 Juni.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.