Skip to main content
Iklan

Indonesia

Prabowo diagendakan ke Rusia lagi pada 17 Juni, pertemuan keempat dengan Putin menanti

Presiden dijadwalkan menyambangi kota Kazan pada 17 Juni untuk menghadiri KTT ASEAN-Rusia bersama para pemimpin ASEAN.

Prabowo diagendakan ke Rusia lagi pada 17 Juni, pertemuan keempat dengan Putin menanti

Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026). (Facebook/Setkab RI)

JAKARTA: Jika terealisasi, Presiden Prabowo Subianto akan mencatat kunjungan keempatnya ke Rusia dalam kurun waktu satu tahun.

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengatakan, Prabowo dijadwalkan berangkat ke Rusia pada 17 Juni 2026 untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia di Kazan.

Sejumlah pemimpin negara ASEAN disebut akan hadir dalam pertemuan di mana Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tuan rumah. 

“KTT ASEAN dengan Rusia? Ya, di Kazan ya, tanggal 17,” ujar Havas diwartakan IDN Times di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6).

Meski demikian, Havas mengatakan ,rincian agenda Presiden di Rusia masih menunggu konfirmasi dari Sekretariat Presiden.

“Kita lagi nunggu agendanya dari sekretariat,” katanya.

Apabila kunjungan tersebut terlaksana, maka Rusia akan menjadi salah satu negara yang paling sering dikunjungi Prabowo sejak menjabat presiden.

Sebelumnya, Prabowo mengunjungi Rusia pada 18-20 Juni 2025 di St Petersburg.

Ia kemudian kembali bertemu Putin di Moskow pada 10 Desember 2025 dan 13 April 2026.

KERJASAMA ENERGI HINGGA ANTARIKSA

Hubungan Indonesia dan Rusia dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan peningkatan intensitas, terutama di sektor energi dan teknologi strategis.

Dalam pertemuan terakhir pada April 2026, Prabowo dan Putin menggelar pembicaraan selama sekitar lima jam yang terdiri dari pertemuan bilateral dan pertemuan empat mata.

Dari pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati sejumlah kerja sama jangka panjang di sektor energi.

Topik yang dibahas mencakup ketahanan energi migas, hilirisasi, transisi energi, biodiesel, bioetanol, hingga kebutuhan pupuk yang berkaitan dengan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Selain sektor energi, Putin juga mengajak Indonesia memperluas kerja sama ke bidang lain seperti militer, ilmu pengetahuan, teknologi, dan antariksa.

Pemerintah Indonesia kemudian menindaklanjuti pembahasan tersebut dengan membuka peluang mengirim peserta Indonesia ke program pelatihan kosmonot Rusia.

Menurut Prabowo, kemampuan mengirim manusia maupun perangkat ke orbit merupakan salah satu indikator kemajuan teknologi sebuah negara.

Karena itu, kerja sama antariksa menjadi salah satu bidang yang mulai dijajaki lebih serius dalam hubungan Indonesia dan Rusia.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan