Skip to main content
Iklan

Indonesia

Prabowo respons gejolak IHSG, tegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh

Inflasi tercatat 2,92 persen, sementara defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 masih terjaga di bawah 3 persen.

Prabowo respons gejolak IHSG, tegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh

Seorang jurnalis mengamati harga-harga saham Indonesia pada 15 April 2025. (Foto: CNA/Ridhwan Siregar)

02 Feb 2026 10:47AM (Diperbarui: 02 Feb 2026 10:49AM)

JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto angkat bicara merespons gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memicu kekhawatiran pelaku pasar

Kepala Negara menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan tangguh, serta pemerintah berdiri di belakang pasar keuangan nasional.

Pesan Presiden tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta Selatan, Sabtu (31/1). 

Pemerintah, kata Airlangga, akan terus memantau kondisi keuangan dan menjaga stabilitas pasar

“Pesan Bapak Presiden saya kutip langsung, kepada para investor domestik, mitra internasional dan masyarakat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah berdiri teguh berdiri di belakang pasar keuangan kita,” kata Airlangga diwartakan iNews mengutip pernyataan Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 diperkirakan lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya yang berada di level 5,04 persen.

Inflasi tercatat 2,92 persen, sementara defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 masih terjaga di bawah 3 persen. Cadangan devisa Indonesia berada di level 156,5 miliar dolar AS.

Menurut Airlangga, Presiden Prabowo turut menekankan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat dan membenahi sektor keuangan nasional agar berjalan kredibel dan selaras dengan standar global.

“Dan kami berkomitmen pada iklim yang transparan, adil dan berkelas dunia,” ujar Airlangga.

IHSG TERTEKAN, MSCI SOROTI TRANSPARANSI

Sebelumnya, IHSG mengalami penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama dua hari berturut-turut pada 27 dan 28 Januari 2026. Penghentian tersebut dipicu penurunan tajam IHSG hingga sekitar 8 persen dalam dua hari perdagangan.

Tekanan jual dari investor memperlemah indeks, merespons hasil rilis lembaga penyedia indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International). MSCI menilai bursa saham Indonesia masih kurang transparan dalam memaparkan data pemegang saham terkait ketentuan free float.

MSCI juga menyatakan pasar saham Indonesia berisiko turun kelas dari status emerging market menjadi frontier market jika persoalan transparansi tersebut tidak segera diatasi.

Kondisi ini berujung pada pengunduran diri sejumlah petinggi pasar keuangan. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, serta Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajadi, memutuskan mundur dari jabatannya.

Pengunduran diri tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar yang bergejolak.

Di sisi lain, arus modal asing dilaporkan keluar dari Indonesia seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan fiskal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk isu pelebaran defisit fiskal dan meningkatnya peran negara di pasar keuangan.

Penunjukan keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada bulan ini, menyusul pemecatan mendadak Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tahun lalu, juga disebut turut mengguncang kepercayaan investor terhadap pengelolaan fiskal pemerintahan saat ini.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan