Skip to main content
Iklan

Indonesia

Pantai Bali kotor penuh sampah, jenderal Korsel mengeluh, Prabowo sentil Gubernur Koster

Menteri hingga jenderal Korea Selatan menyampaikan blak-blakan ke presiden,"Bali so dirty now."

Pantai Bali kotor penuh sampah, jenderal Korsel mengeluh, Prabowo sentil Gubernur Koster

Penampakan sampah di pantai Bali. (Reuters)

02 Feb 2026 02:12PM (Diperbarui: 02 Feb 2026 04:00PM)

SENTUL: Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap persoalan sampah di Bali yang dinilai telah mengganggu citra pariwisata Indonesia. 

Menurut Prabowo, kondisi pantai yang kotor membuat wisatawan mulai enggan berkunjung ke Pulau Dewata.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

Prabowo awalnya menekankan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu bidang yang paling mudah dikembangkan dan memiliki daya serap tenaga kerja yang besar. Namun, ia menilai potensi tersebut terhambat oleh persoalan kebersihan.

“Indonesia indah, dia mau datang, lihat kumuh. Dia mau ke Bali, pantai Bali kotor,” ucapnya dalam rapat yang disiarkan langsung di Youtube Kementerian Dalam Negeri.

Presiden kemudian menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster serta para kepala daerah di Bali terkait kondisi pantai yang dipenuhi sampah. Ia mempertanyakan mengapa masalah tersebut sulit ditangani, padahal pantai merupakan aset utama pariwisata Bali.

“Ini maaf ya, gubernur, bupati dari Bali. Ini real loh. Bali bulan Desember 2025, ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah? Gubernur, bupati, SMA, SMP, SD, di bawah kendali saudara. Apa susahnya sih?” katanya.

Data menunjukkan volume sampah di Bali saat ini mencapai sekitar 3.500 ton per hari, dengan sekitar 17 persen di antaranya merupakan sampah plastik. Di sisi lain, kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) di sejumlah wilayah disebut sudah mendekati batas maksimal.

Prabowo juga mengungkapkan keluhan dari tokoh-tokoh luar negeri yang ia temui terkait kondisi Bali.

“Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh di Korea, menteri-menteri, jenderal-jenderal, kadang-kadang ya tentara di mana pun dia nggak basa-basi. Dia bilang ‘Your excellency, I just came from Bali. Bali so dirty now. Bali not nice’. Ah saya, tetapi saya terima itu sebagai koreksi,” tuturnya. 

TNI-POLRI SIAP DIKERAHKAN

Kepala Negara mengajak pemerintah daerah untuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah, seraya menunjukkan dokumentasi kondisi pantai di Bali pada Desember 2025.

Ia menyoroti peran pemerintah daerah yang memiliki kewenangan terhadap sekolah-sekolah. Menurut Prabowo, pelajar dapat dilibatkan secara aktif untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan gotong royong.

“Entah hari Sabtu, Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai ini, ini pantai kita, halaman kita, ayo kita bersihkan ramai-ramai,” ucapnya.

Prabowo juga menegaskan tidak segan mengerahkan aparat TNI dan Polri untuk membantu membersihkan pantai jika pemerintah daerah dinilai tidak mampu bergerak cepat.

“Apa salahnya, kalau bupati dan gubernur tidak bisa, saya perintah dandim, danrem, saya perintahkan kau gerakkan anak buahmu. Lorve tiap hari, atau beberapa hari, korve, korve, korve. Kepolisian gerakkan korve, korve, korve,” tegas Prabowo yang disambut teriakan “siap”.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan