Skip to main content
Iklan

Indonesia

Prabowo kirim Airlangga, Sri Mulyani, dan Sugiono ke AS untuk negosiasi tarif Trump

Airlangga dan Sri Mulyani memiliki jaringan kuat dengan para pemangku kepentingan di Amerika Serikat.

Prabowo kirim Airlangga, Sri Mulyani, dan Sugiono ke AS untuk negosiasi tarif Trump
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri rapat di Istana Merdeka bersama Presiden Prabowo Subianto dan pejabat lainnya, Senin (7/4). (Facebook/Sri Mulyani)

JAKARTA: Pemerintah Indonesia bersiap menghadapi gelombang kebijakan tarif impor baru yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Presiden Prabowo Subianto resmi menugaskan tiga menteri utama untuk memimpin negosiasi dengan pemerintahan AS guna membahas kebijakan tarif resiprokal yang dinilai memberatkan perdagangan Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Luar Negeri Sugiono akan bertolak ke Washington DC untuk memimpin pembicaraan bilateral tingkat tinggi. Mereka ditugaskan langsung oleh Presiden Prabowo dalam rapat tertutup di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (7/4).

“Presiden menugaskan saya bersama Menlu dan Menteri Keuangan untuk mewakili Indonesia dalam negosiasi ini,” ungkap Airlangga dikutip dari Kompas.

DIPLOMASI EKONOMI DIPERKUAT

Airlangga dan Sri Mulyani dianggap sebagai figur kunci dalam upaya diplomasi ekonomi karena keduanya memiliki jaringan kuat dengan para pemangku kepentingan di Amerika Serikat.

Mereka dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Kepala Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer.

Surat resmi yang menyatakan posisi Indonesia terkait kebijakan tarif Trump dijadwalkan akan dikirimkan ke Pemerintah AS pada 9 April besok.

Selain itu, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan langkah-langkah strategis Indonesia dalam merespons kebijakan tarif tersebut dalam forum Silaturahmi Ekonomi Bersama Presiden RI, yang akan digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta pada Selasa (8/4) pukul 13.00 WIB. Tema forum tersebut adalah “Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional”.

Kebijakan terbaru dari Presiden Trump menetapkan tarif tambahan sebesar 32 persen untuk produk impor Indonesia. Angka ini belum termasuk tarif dasar 10 persen yang dikenakan kepada seluruh negara mitra dagang.

Sebagai respons, pemerintah Indonesia juga tengah mengkaji berbagai opsi relaksasi perdagangan untuk diajukan dalam paket proposal kepada USTR. Opsi-opsi tersebut dirancang untuk menjaga daya saing produk ekspor Indonesia di pasar Amerika Serikat.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza menyatakan bahwa tim negosiasi ditargetkan berangkat ke AS paling lambat pada 17 April 2025.

"Kami tengah memfinalisasi materi negosiasi agar Indonesia bisa mengambil posisi terbaik dalam pembahasan nanti," ujarnya kepada detikFinance.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan