Skip to main content
Iklan

Indonesia

Prabowo jawab pengkritik MBG, sebut pemberian makan setara 10 kali penduduk Singapura

Prabowo akan mengumpulkan video-video yang mengkritik MBG sebagai "rekam digital".

Prabowo jawab pengkritik MBG, sebut pemberian makan setara 10 kali penduduk Singapura

Presiden Prabowo Subianto meresmikan SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (13/1). (Dok. Sekretariat Presiden)

13 Feb 2026 03:31PM (Diperbarui: 13 Feb 2026 03:35PM)

JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto mengaku puas dengan pencapaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau puluhan juta orang sejauh ini. Di awal pelaksanaannya, dia menyinggung banyak pihak "menjelek-jelekkan" program MBG yang dianggap menghamburkan anggaran.

"Kita menghadapi kampanye luar biasa, menjelek-jelekkan, mengatakan saya menghamburkan uang. Padahal uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi," kata Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2).

Setelah dilantik pada 2024, pemerintah Prabowo melakukan efisiensi belanja kementerian/lembaga dan transfer ke daerah, yang memangkas anggaran hingga sekitar Rp306,6 triliun untuk dialihkan ke program prioritas, termasuk MBG.

"Kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh koruptor," kata Prabowo dalam kesempatan tersebut.

Prabowo mengatakan para pengkritik MBG adalah orang-orang terdidik yang terkenal. Mereka, kata Prabowo, meramalkan proyek ini pasti gagal namun dia menyatakan tetap teguh menjalankan program ini.

"Tapi saya yakin saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik," kata Prabowo seraya menegaskan bahwa tujuan MBG adalah untuk mengatasi stunting pada anak di Indonesia.

Dia kemudian memerintahkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) M Qodari untuk mengumpulkan video-video para pengkritik MBG sebagai bentuk "rekam digital".

"Saya minta biar tiap malam bisa saya lihat-lihat (videonya)," kata Prabowo.

Di antara kritik yang muncul soal MBG adalah soal besarnya kebutuhan anggaran yang dinilai berpotensi membebani fiskal negara dan mengganggu prioritas belanja lain. 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bulan lalu mengatakan alokasi anggaran MBG untuk tahun 2026 adalah sebesar Rp335 triliun. Angka ini jauh lebih besar dibanding anggaran tahun lalu, Rp71 triliun.

"Kita sudah mendapat pagu anggaran Rp268 triliun dengan dana standby Rp67 triliun, sehingga total dianggarkan Rp335 triliun," kata Dadan seperti dikutip dari Kompas.

Siswi makan dari program Makan Bergizi Gratis di sebuah sekolah di Jakarta, Indonesia, 6 Januari 2025. (Reuters/Willy Kurniawan)

SEPULUH KALI SINGAPURA

Bukti kesuksesan MBG, kata Prabowo, adalah keterjangkauan makanan untuk anak-anak di seluruh Indonesia. Dia mencatat dari laporan BGN bahwa MBG telah dirasakan manfaatnya oleh 60.200.000 orang di seluruh Indonesia, dan segera ditargetkan mencapai 80 juta.

"Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari, atau sama dengan 10 kali (memberi makan warga) Singapura tiap hari, atau dua kali penduduk Malaysia," kata Prabowo.

Sebagai catatan, populasi Afrika Selatan saat ini sekitar 65 juta jiwa, Singapura sekitar 6 juta jiwa, dan Malaysia sekitar 35 juta jiwa.

Prabowo juga mengatakan sudah ada sekitar 23.000 SPPG di 38 provinsi Indonesia. SPPG tersebut tidak hanya menyediakan makanan, namun menurut Prabowo telah menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan dan menyerap hasil panen masyarakat.

"Rakyat harus tahu, kita sudah menghasilkan sampai hari ini 4,5 miliar porsi makanan," kata Prabowo.

Namun Prabowo tidak menampik adanya kasus keracunan makanan akibat MBG di berbagai daerah Indonesia, yang menurut catatannya berjumlah sekitar 28.000 anak.

Kendati demikian, lanjut Prabowo, angka itu tergolong kecil jika dibanding dengan banyaknya penerima manfaat MBG.

"Itu (keracunan) tidak salah 0,0006 (persen) ... berarti apa? 99,999 (persen) berhasil. Di mana ada usaha manusia yang 100 persen (berhasil)?" kata Prabowo, disambut tepuk tangan.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan