Skip to main content
Iklan

Indonesia

Prabowo: Empat kali saya kalah Pilpres jadi bukti demokrasi Indonesia berjalan

Prabowo keok pada Pilpres 2004, 2009, 2014, dan 2019 sebelum akhirnya memenangkan Pilpres 2024 pada percobaan kelima.

Prabowo: Empat kali saya kalah Pilpres jadi bukti demokrasi Indonesia berjalan
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Tahunan MPR/DPR 2025 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana)
15 Aug 2025 01:14PM (Diperbarui: 15 Aug 2025 01:20PM)

JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto menyinggung perjalanan politiknya saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Gedung DPR/MPR, Jumat (15/8).

Prabowo mengatakan dirinya telah lima kali ikut Pemilihan Presiden (Pilpres), namun empat kali mengalami kekalahan. Ia menilai fakta tersebut menjadi bukti nyata bahwa demokrasi di Indonesia berjalan.

“Saya adalah bukti bahwa demokrasi kita berjalan, karena saya ikut Pemilu lima kali, alhamdulillah empat kali kalah,” ucap Kepala Negara menjelang penutupan pidatonya.

“Tapi hari ini saya berdiri di depan majelis ini. Terima kasih, terima kasih saudara-saudara sekalian,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Prabowo kalah pada Pilpres 2004, 2009, 2014, dan 2019 sebelum akhirnya memenangkan Pilpres 2024 pada percobaan kelima.

Pada tahun 2004, mantan Danjen Kopassus itu kalah pada Konvensi Partai Golkar. Lima tahun kemudian ia kalah ketika mendampingi Megawati Soekarnoputri sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Ketua Umum Partai Gerindra itu dua kali keok sebagai calon presiden (capres) di tangan pendahulunya Joko Widodo pada Pilpres 2014 dan 2019.

Prabowo menyebut, terpilihnya ia sebagai Presiden Indonesia ke-8 pada usia ke-73 tahun, setelah kalah empat kali di Pilpres, seolah menjadi takdir politik yang bertepatan dengan delapan dekade usia kemerdekaan Indonesia.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Mungkin ini tanda bahwa demokrasi kuat karena saya adalah Presiden ke-8 Republik Indonesia yang akan memimpin perayaan Hari Kemerdekaan yang kedelapan dasawarsa. Memang ditakdirkan untuk jadi Presiden ke-8,” katanya.

Pidato Kenegaraan ini merupakan yang pertama bagi Prabowo sejak disumpah sebagai Presiden pada 20 Oktober tahun lalu.

Pidato pertama pada pukul 10.00 WIB berisi laporan kinerja pemerintahannya yang sudah berjalan 10 bulan.

Pidato kedua, yang dijadwalkan pada pukul 14.57 WIB, akan berisi pengantar atau keterangan atas Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan