Prabowo akan biayai 4 dari 13 korban sodomi predator seks pedofil panti asuhan Tangerang
Presiden Terpilih akan membiayai pendidikan dan kesehatan mental empat anak itu yang akan diasuh oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN)
TANGERANG: Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) berencana mengevakuasi empat anak laki-laki di bawah umur yang menjadi korban pelecehan seksual di Panti Asuhan Darussalam An-Nur, Tangerang.
Ketua Yayasan GSN, Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indramoko, mengungkapkan bahwa Presiden Terpilih Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung untuk menanggung biaya pendidikan dan pemulihan mental bagi para korban.
“Seluruh kebutuhan GSN dibiayai oleh Pak Prabowo Subianto. Kita akan membantu mereka dan memastikan anak-anak ini selamat. Beliau juga akan membiayai pendidikan dan pemulihan psikologis mereka,” kata Teguh kepada Disway saat ditemui di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Kota Tangerang, Senin (14/10)
Hingga saat ini, empat anak tersebut masih berada di RPS Kota Tangerang, sementara sembilan korban lainnya telah dijemput oleh keluarga masing-masing.
Teguh menegaskan bahwa seluruh anak korban pelecehan harus mendapat akses pendidikan setinggi-tingginya dan dipastikan tidak putus sekolah.
“Psikologis mereka harus dipulihkan sepenuhnya, dan segala kebutuhan akan dipenuhi. Ini adalah perhatian khusus dari Pak Prabowo,” tambahnya.
Wakil Ketua GSN, Nani, menjelaskan bahwa yayasannya telah mendistribusikan berbagai bentuk bantuan ke Dinas Sosial Kota Tangerang guna memastikan kondisi kesehatan dan psikologis para korban.
Bantuan tersebut berupa makanan, pakaian baru, buku, serta mainan khusus anak-anak.
Selain itu, tim GSN juga mengunjungi keempat anak untuk memberikan hiburan dan motivasi agar mereka tetap semangat melanjutkan hidup.
Pihak kepolisian telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus sodomi mengegerkan di panti asuhan tersebut.
Mereka adalah Sudirman (49), pemilik panti, serta dua pengasuh, Yusuf Bachtiar (30) dan Yandi Supriyadi alias Alif (28).
Sudirman dan Yusuf telah ditahan di Mapolres Metro Tangerang, sedangkan Yandi masih dalam pencarian dan masuk dalam daftar buron (DPO).
Investigasi juga mengungkap bahwa Yusuf dan Yandi ternyata dibesarkan di panti itu merupakan korban pelecehan oleh Sudirman ketika mereka masih kecil.
Sudirman mendirikan panti asuhan ini pada tahun 2006 untuk memburu anak laki-laki yang akan menjadi incaran kebejatannya.
Ketiga pelaku diidentifikasi adalah homoseksual dan pedofil.
Kasus ini pertama kali terungkap pada 2 Juli, setelah seorang warga bernama Fatimah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Tangerang.
Fatimah diketahui adalah kerabat salah satu korban berinisial RK (16).
Awalnya, ditemukan delapan korban pelecehan, namun jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 13.
Para pelaku diketahui menggunakan modus pemberian uang dan perhatian khusus untuk memanipulasi korban, yang sering kali tidak menyadari konsekuensi dari tindakan tersebut.
Beberapa korban bahkan diajak jalan-jalan atau diberi makanan, sehingga mereka merasa nyaman dan tidak curiga.
Kuis CNA Memahami Asia eksklusif di saluran WhatsApp CNA Indonesia putaran pertama sudah dimulai! 👀
🔗 Ayo uji wawasanmu dan raih hadiahnya, ikuti kuisnya di sini: https://cna.asia/482mVCl