Skip to main content
Iklan

Indonesia

PLN minta maaf atas pemadaman bergilir Jawa, kerja 24 jam penuh

Sejumlah wilayah di Jawa mengalami giliran pemadaman sejak 8 Juni, dari Bogor, Semarang, Cirebon, Yogyakarta, hingga Banten.

PLN minta maaf atas pemadaman bergilir Jawa, kerja 24 jam penuh

Warga menyalakan lilin saat pemadaman listrik bergilir di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). (Antara/Raisan Al Farisi)

JAKARTA: PT PLN (Persero) meminta maaf kepada masyarakat setelah pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa selama dua pekan terakhir akibat gangguan pembangkit dan pasokan energi primer.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik setelah perusahaan melakukan pemulihan secara intensif selama 24 jam penuh dalam sepekan terakhir.

“Kami melakukan upaya all out 24 jam 7 hari seminggu, baik itu dalam melakukan monitoring, memetakan seluruh upaya kami agar perbaikan keandalan sistem listrik di Jawa ini bisa terus terjaga dan bahkan ditingkatkan,” ujar Darmawan dikutip CNN Indonesia dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (22/6).

Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman bergilir tersebut.

“Kami ingin mohon maaf kepada masyarakat karena ketidaknyamanan dengan terjadinya pemadaman bergilir tersebut,” katanya.

Sistem kelistrikan di Pulau Jawa sempat terganggu akibat kendala teknis pada dua pembangkit besar milik perusahaan listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP). Pada saat yang sama, pasokan energi primer berupa batu bara juga sempat mengalami hambatan.

PLN kemudian menerjunkan tim khusus untuk bekerja sama dengan para mitra IPP guna mempercepat proses perbaikan darurat.

Menurut Darmawan, satu dari dua pembangkit yang sebelumnya mengalami gangguan kini telah berhasil dipulihkan dan kembali memasok listrik ke jaringan Jawa.

PLN SIAPKAN PERBAIKAN JANGKA PANJANG

Sebagai langkah lanjutan, PLN berencana melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola rantai pasok energi primer dan memperkuat keandalan infrastruktur pembangkit nasional.

Pemadaman listrik bergilir mulai terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa sejak 8 Juni 2026.

Saat itu, gangguan dilaporkan terjadi di wilayah Bogor dan sekitarnya, Tangerang Raya, Kota Semarang, serta sejumlah daerah di Jawa Timur.

Sehari kemudian, pemadaman bergeser ke Kota Cirebon, Kabupaten Bantul, dan kembali terjadi di Kota Semarang.

Pada 19 Juni, gangguan pasokan listrik dilaporkan terjadi di Yogyakarta, Kota Bekasi, Serpong, Tangerang Selatan, dan sejumlah wilayah di Banten.

Sementara pada 20 Juni, pemadaman bergilir berdurasi sekitar tiga jam dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor, termasuk Gunung Putri, Cileungsi, Klapanunggal, dan Citeureup.

Gelombang pemadaman tersebut memicu keluhan masyarakat di media sosial. Banyak pelanggan mempertanyakan penyebab gangguan berkepanjangan itu sekaligus kemungkinan adanya kompensasi bagi pelanggan yang terdampak.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan