Skip to main content
Iklan

Indonesia

Malaysia usut bagaimana pilot pembawa ekstasi ke Indonesia bisa lolos di Bandara Kuala Lumpur

Polisi mendalami kemungkinan celah prosedur dan keterlibatan personel bandara, sementara Malaysia Aviation Group memperketat akses kru.

Malaysia usut bagaimana pilot pembawa ekstasi ke Indonesia bisa lolos di Bandara Kuala Lumpur

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menangkap pilot maskapai Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman karena menyelundupkan puluhan ribu butir ekstasi dan sabu ke Indonesia.(Dok. Dirtipidnarkoba )

KUALA LUMPUR: Pemerintah Malaysia mulai menyelidiki bagaimana seorang pilot Malaysia Airlines yang diduga menyelundupkan puluhan kilogram ekstasi ke Indonesia dapat lolos dari pemeriksaan keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Penyelidikan melibatkan sejumlah instansi untuk mengusut kemungkinan adanya celah keamanan maupun modus yang digunakan pelaku.

Kasus ini mencuat setelah petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menangkap Mohd Saufi bin Othman, 39, kopilot Malaysia Airlines, yang diduga membawa 70.144 butir ekstasi seberat sekitar 26 kilogram di dalam kopernya.

Penangkapan tersebut memicu evaluasi terhadap sistem pemeriksaan keamanan di Malaysia, terutama jalur khusus yang digunakan awak pesawat.

Direktur Jenderal Badan Pengawasan dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (AKPS) Mohd Shuhaily Mohd Zain mengatakan penyelidikan difokuskan untuk mengungkap bagaimana narkotika dalam jumlah besar itu bisa lolos dari pemeriksaan di KLIA.

Dalam konferensi pers di Terminal 1 KLIA, Minggu (2/8), Shuhaily mengatakan hasil penelusuran menunjukkan Mohd Saufi telah menjalani seluruh prosedur pemeriksaan yang diwajibkan sebelum penerbangan pada 28 Juli.

Namun, pihaknya mengaku terkejut setelah mendapat informasi dari otoritas Indonesia bahwa petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menemukan 14 bungkus ekstasi berisi lebih dari 70.000 butir di dalam koper pelaku, serta empat gram sabu di tas tangan yang dibawanya.

"Kami sedang menunggu tanggapan dari pihak kepolisian agar kami dapat mempelajari bagaimana dia lolos dari pemeriksaan tanpa terdeteksi," kata Shuhaily, dikutip Suara.com.

MALAYSIA PERKETAT PENGAWASAN JALUR AWAK PESAWAT

Shuhaily mengatakan penyelidikan juga mengarah pada jalur khusus awak penerbangan yang digunakan pelaku saat melewati area pemeriksaan bandara.

Menurut dia, setiap pelaku kejahatan memiliki modus berbeda untuk menghindari sistem pengawasan, termasuk dalam kasus penyelundupan narkotika.

Karena itu, kepolisian Malaysia kini mendalami apakah terdapat celah prosedur atau faktor lain yang memungkinkan pelaku membawa barang terlarang ke dalam pesawat.

Manajemen Malaysia Aviation Group juga memperketat standar operasional terhadap seluruh awak pesawat, termasuk pengawasan akses masuk dan keluar jalur khusus kru penerbangan.

Pemerintah Malaysia menegaskan tidak akan memberikan toleransi apabila ditemukan personel bandara yang terbukti terlibat atau membantu aksi penyelundupan tersebut.

Kasus ini terungkap setelah petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mencurigai koper yang dibawa Mohd Saufi saat tiba di Indonesia.

Berdasarkan rekaman CCTV, Mohd Saufi tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada 29 Juli. Sebagai awak pesawat, ia sempat diarahkan melewati jalur cepat (fast track) khusus kru.

Meski demikian, petugas Bea Cukai tetap melakukan pengawasan berbasis analisis risiko terhadap profil dan pergerakan pelaku sebelum memutuskan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap barang bawaannya.

"Meski sempat diarahkan ke jalur khusus awak pesawat (fast track), petugas Bea Cukai tetap melakukan pengawasan berbasis analisis risiko terhadap pergerakan dan profil pelaku. Berdasarkan hasil analisis tersebut, petugas mengarahkan pelaku untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terhadap barang bawaannya," tulis Bea Cukai.

Bareskrim Polri menyatakan Mohd Saufi terbang dari Kuala Lumpur menuju Jakarta.

"(Rute terbangnya dari) Kuala Lumpur-Jakarta," kata Kasubdit II Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Awaludin Amin, dikutip detikNews, Senin (3/8).

Awaludin juga mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan Mohd Saufi positif menggunakan narkoba. 

"Ya, fakta cek urinenya setelah kami amankan demikian," ujarnya.

Selain narkotika, petugas menemukan barang bukti lain berupa satu botol kecil berisi urine 'cadangan'. Urine tersebut diduga disiapkan Saufi untuk memalsukan hasil tes urine jika sewaktu-waktu ada pemeriksaan mendadak di bandara.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan