Skip to main content
Iklan

Indonesia

Pilkada Jakarta: Anies endorse Pramono-Rano, berencana bertemu Ahok pada 23 November

Dukungan Anies berpotensi mendorong Anak Abah secara massal memilih Pramono-Rano.

Pilkada Jakarta: Anies endorse Pramono-Rano, berencana bertemu Ahok pada 23 November
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjamu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1, Pramono Anung dan Rano Karno, di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (15/11). (X/Anies Baswedan)

JAKARTA: Anies Baswedan dipastikan memberikan dukungan kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1, Pramono Anung dan Rano Karno, dalam Pilkada Jakarta 2024.

Endorsement ini terlihat melalui pertemuan yang hangat antara Anies dengan Pramono dan Rano pada Jumat (15/11) di kediaman Anies, serta deklarasi relawan Anies yang tergabung dalam Warga Kota pada Sabtu (16/11).

Pertemuan yang penuh keakraban itu disertai dengan hidangan lontong sayur dan kopi yang dimasak oleh istri Anies, Fery Farhati.

Juru Bicara Anies, Sahrin Hamid, mengungkapkan suasana pertemuan yang sangat kekeluargaan.

"Yang jelas Mas Anies sudah bertemu dengan Mas Pram dan Bang Doel, mereka datang ke rumah (Anies) pagi-pagi sarapan. Pertemuan nuansanya sangat kekeluargaan, semuanya riang gembira," cerita Sahrin kepada Berita Satu, setelah menghadiri debat ketiga Pilkada Jakarta 2024 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Minggu (17/11).

Dengan pertemuan ini, Sahrin menegaskan bahwa posisi mantan Gubernur DKI Jakarta itu jelas mendukung pasangan Pramono-Rano yang diusung PDI Perjuangan.

REKONSILIASI AHOK DAN ANIES?

Dukungan ini semakin dipertegas dengan kabar bahwa Anies juga berencana bertemu dengan pendahulunya yang dikalahkannya pada Pilkada Jakarta 2017, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Rencana pertemuan tersebut diungkapkan oleh Perwakilan Ahokers, Suliyanto Rusli, dalam acara silahturahmi Ahoker dan Anak Abah yang mendukung Pramono Anung dan Rano Karno pada Pilkada Jakarta, Minggu (17/11).

"Saya kira mungkin tanggal 23 November akan ada pertemuan bersama, tapi dari pihak Mas Anies-nya belum pasti," ungkap Suliyanto kepada Kompas TV.

Debat Pilkada DKI 2017 antara Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat melawan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. (Antara via Reuters)

Ia memastikan bahwa tidak ada lagi perbedaan antara Ahokers dan Anak Abah saat ini mengingat sejarah perseteruan panas berbau SARA pada Pilgub 2017.

"Kalau teman-teman kita dibawa bilang pertemuan dua kutub nih, kami Ahokers memang lebih banyak di wilayah utara dan barat. Dan teman-teman kita anak Abah ini, kekuatannya cukup kuat di selatan dan timur," lanjutnya.

Suliyanto menekankan pertemuan dua kubu ini diharapkan dapat merapatkan barisan, terutama bagi teman-teman Ahoker dan Anak Abah yang masih ragu.

"Kalau dua kutub ini sudah duduk sama-sama, sudah duduk bareng-bareng, ya kepada teman-teman Ahoker dan teman-teman Anak Abah yang masih ragu, ini sudah jelas, sudah sangat jelas sekali," tegasnya.

"Yang pasti enggak ada lagi celah antara Ahokers dan Anak Abah. Bukan hanya pimpinan, tapi akar rumput pun sudah menyatu," tambahnya.

Suliyanto juga menyampaikan bahwa Ahokers dan Anak Abah memiliki pandangan yang sama bahwa Jakarta akan baik-baik saja jika dipimpin oleh Pramono Anung dan Rano Karno.

"Jakarta akan baik-baik saja di tangan orang baik-baik.”

Sementara itu, Ahok sendiri mengingatkan agar Ahokers, tidak mudah diadu domba dengan para Anak Abah pendukung Anies Baswedan.

"Ya mereka ada WA saya bahwa Ahokers bersama Anak Abah akan kompak memenangkan Mas Pram. Itu yang kami harapkan dan jangan mau diadu domba untuk urusan kebenaran dan keadilan dan kejujuran," Ahok menyampaikan kepada CNN Indonesia.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan