Skip to main content
Iklan

Indonesia

Anies ditinggal, PDI-P pastikan pilih Pramono Anung-Rano Karno buat Pilkada Jakarta

Duet Pramono-Rano akan mendaftarkan diri ke KPUD Jakarta besok pukul 11.00 WIB.

Anies ditinggal, PDI-P pastikan pilih Pramono Anung-Rano Karno buat Pilkada Jakarta
Sekretaris Kabinet Pramono Anung (Sekretariat Kabinet)

JAKARTA: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) akhirnya memutuskan mengusung duet Pramono Anung-Rano Karno untuk bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.

Kepastian ini disampaikan oleh Bendahara Umum PDI-P Olly Dondokambey pada Selasa sore (27/8).

"Pak Pram besok mendaftar jam 11 di KPU sama Rano Karno," kata Olly di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, kepada Kompas.com

"Tadi Pak Pram telepon saya, 'Pak Olly, saya daftar jam 11'," sambungnya.

Olly lebih jauh mengutarakan DPP PDI-P tidak akan mengumumkan pencalonan Pramono dan Rano secara resmi, berbeda dengan calon kepala daerah lainnya yang telah diumumkan sebelumnya.

Gubernur Sulawesi Utara itu meminta agar media langsung meliput pendaftaran Pramono dan Rano di KPU DKI Jakarta.

"Enggak ada, langsung di pendaftaran yah. Liput di pendaftaran aja, KPUD DKI yah jam 11," tuturnya.

Pramono sendiri yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) diberitakan Kumparan telah mengurus sejumlah surat syarat maju Pilgub Jakarta.

Konfirmasi dari Pengadilan Negeri Jaakrta Selatan memastikan bahwa politisi berusia 61 tahun itu telah meminta 3 surat yaitu Surat Keterangan Tidak Pernah Sebagai Terdakwa, Surat Keterangan Tidak Sedang Dicabut Hak Pilihnya Dalam Daftar Pemilih, dan Surat Keterangan Tidak Memiliki Tanggungan Utang atas nama Pribadi maupun badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya.

"Surat Keterangan tersebut dikeluarkan atas permohonan dari Dr Pramono Anung untuk persyaratan pencalonan sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta," kata Humas PN Jaksel, Djuyamto.

Pramono Anung adalah kuda hitam yang digadang-gadang bakal diusung PDI-P selain Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Namanya dikenal sebagai orang dekat Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan pernah mengemban posisi sekjen partai dari tahun 2005 hingga 2010.

Sebelum menjadi Seskab pada 12 Agustus 2015, pria kelahiran Kediri itu menjabat sebagai anggota DPR RI selama 16 tahun dan pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk periode 2009 – 2014.

PUPUSNYA HARAPAN ANIES

Dipilihnya sosok Pramono sekaligus membuyarkan harapan Anies Baswedan maju berlaga untuk periode kedua sebagai orang nomor satu Jakarta.

Anies Baswedan (Reuters/Willy Kurniawan)

Sebelumnya, beredar kabar bahwa PDI-P akan mengusung Anies di Pilkada Jakarta. Anies bahkan sudah mengunjungi kantor DPP PDI-P dengan busana merah yang identik dengan partai berlogo banteng itu.

Selain itu tersebar foto yang menunjukan calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 itu duduk bersama Rano Karno dengan busana serba merah.

Namun rencana pencalonan Anies kandas tanpa alasan yang jelas.

Dengan tidak ada lagi partai yang dapat menembus threshold 7,5 persen suara, Anies tidak memiliki lagi perahu untuk mencalonkan diri.

Politisi berusia 55 tahun itu awalnya memiliki tiket maju dengan dukungan dari Partai NasDem, PKS, dan PKB, namun ketiga partai itu kemudian berbalik badan mendukung Ridwan Kamil-Suswono yang didukung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. 

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan