Markas scam internasional digerebek lagi, kali ini berkedok kripto di Solo Baru, ada 11 WNA
Polisi menyebut sindikat berkedok perusahaan resmi itu menyasar warga asing lewat hubungan asmara
Markas jaringan scam internasional di sebuah ruko di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo yang digerebek Polda Jateng pada Rabu (20/5/2026). (Dok. Polda Jateng)
SOLO: Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah mengungkap praktik penipuan online bermodus “pig butchering” yang dijalankan secara terorganisir dari kantor berkedok perusahaan resmi di Solo Baru.
Penggerebekan dilakukan di tiga ruko di Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, yang digunakan sebagai kantor operasional sekaligus lokasi perekrutan pekerja oleh perusahaan bernama PT Digi Global Konsultan.
Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah Kombes Himawan Susanto Saragih menyebut perusahaan tersebut digunakan untuk menjalankan operasi scam yang menyasar warga negara asing, terutama warga Amerika Serikat.
“Pada hari ini Direktorat Cyber Jateng melakukan serangkaian kegiatan penggeledahan dan penyitaan atas perkara yang kami tangani kemarin,” tutur Himawan kepada detikJateng, Senin (25/6).
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 38 tersangka yang terdiri dari 27 warga negara Indonesia, 4 warga negara Myanmar, dan 7 warga negara Nepal.
Seluruh tersangka kini ditahan di Rumah Tahanan Polda Jawa Tengah untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi pengungkapan terbaru setelah sebelumnya aparat membongkar sejumlah jaringan scam lintas negara di Indonesia, mulai dari operasi penipuan daring WNA di Batam, sindikat judol internasional di Jakarta Barat, hingga markas scam internasional berkedok guest house di Kuta, Bali.
MODUS HUBUNGAN ASMARA
Menurut Himawan, sindikat tersebut menjalankan modus penipuan yang dikenal sebagai pig butchering, yakni membangun hubungan emosional dengan korban melalui media sosial, aplikasi kencan, dan platform komunikasi digital lainnya.
“Para pelaku terlebih dahulu membangun kedekatan emosional dengan korban menggunakan identitas palsu dan akun media sosial fiktif,” ucap Himawan.
Dalam operasinya, jaringan tersebut menggunakan foto dan video perempuan untuk menarik perhatian korban. Polisi juga menemukan bahwa sindikat menyiapkan model asli untuk melakukan panggilan video secara langsung demi memperkuat kepercayaan korban.
“Modus ini sangat terstruktur dan memanfaatkan sisi psikologis korban. Korban dibuat merasa memiliki hubungan personal sehingga tanpa sadar melakukan transfer dana secara bertahap dalam jumlah besar,” jelas Himawan.
Setelah korban percaya, mereka diarahkan untuk menanamkan dana pada platform trading kripto palsu yang telah dimanipulasi.
“Setelah korban percaya, korban diarahkan melakukan investasi pada platform trading kripto palsu yang telah dimanipulasi sehingga dana yang disetorkan sepenuhnya dikuasai jaringan pelaku,” lanjutnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mencatat terdapat 133 korban sepanjang Juli 2025 hingga Mei 2026.
Sindikat tersebut diduga meraup keuntungan hingga Rp41 miliar dari para korban.
Penggeledahan di kantor PT Digi Global Konsultan berlangsung sekitar sembilan jam sejak pukul 10.00 WIB.
Petugas kemudian membawa sejumlah barang bukti menggunakan truk, termasuk perangkat komputer dan kamera CCTV yang terpasang di lokasi
“Yang disita kurang lebih 117 item. Baik itu barang bukti elektronik, ada CPU, monitor, kemudian barang-barang yang berkaitan dengan perkara tersebut,” tutur Himawan.
Kasus tersebut sebelumnya terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di ruang digital.
Penyelidikan kemudian mengarah pada operasional penipuan internasional yang berjalan secara profesional dan terstruktur dari kawasan Solo Baru.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.