Skip to main content
Iklan

Indonesia

Pesta seks gay, 74 pria dan 1 perempuan ditangkap di vila Puncak Bogor

Polisi menyita kondom, alat bantu seks (sex toys), bra bergetar, mainan karet berbentuk vagina serta sebilah pedang.

Pesta seks gay, 74 pria dan 1 perempuan ditangkap di vila Puncak Bogor
Polisi menggerebek dan mengamankan 75 orang dari pesta seks gay di sebuah vila di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (22/6/2025) (Dokumentasi Polres Bogor)
24 Jun 2025 12:13PM (Diperbarui: 24 Jun 2025 12:57PM)

BOGOR: Aparat Kepolisian Sektor Megamendung mengamankan 75 orang, terdiri dari 74 pria dan 1 perempuan, dalam sebuah penggerebekan di sebuah vila kawasan Puncak, Desa Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Minggu (22/6) dini hari.

Kegiatan itu diduga merupakan pesta seks sesama jenis alias gay yang disamarkan sebagai acara “family gathering”.

Adapun penggerebekan ini hanya berselang sebulan setelah pesta seks gay di sebuah hotel bintang empat di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada 24 Mei lalu

Kapolsek Megamendung, AKP Yulita Heriyanti, menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan berdasarkan laporan dari warga yang curiga atas aktivitas tidak biasa di salah satu vila.

“Laporan dari masyarakat adanya sex party sesama jenis di wilayah Megamendung Puncak,” kata Yulita dalam keterangannya dikutip Tirto pada Senin (23/6).

Seluruh peserta diketahui merupakan warga Jakarta dan Bekasi, dengan rentang usia 21 hingga 50 tahun dari pemuda hingga bapak-bapak.

Untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut, setiap peserta dikenakan biaya sebesar Rp200.000, dan undangan disebarkan melalui media sosial.

Acara berlangsung dengan format pentas seni, termasuk pertunjukan menyanyi dan menari.

Polisi mengungkap bahwa acara tengah berjalan saat petugas datang, dan baru saja menyelesaikan kontes bertajuk “The Big Star”.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi turut menyita berbagai barang bukti, antara lai kondom, alat bantu seks (sex toys), bra bergetar dan mainan karet berbentuk vagina serta sebilah pedang yang digunakan untuk keperluan pertunjukan menari.

Menurut AKP Teguh Kumara, Kasat Reskrim Polres Bogor, seluruh peserta telah dibawa ke Mapolres Bogor untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kesehatan dan tes HIV.

Hingga kini, pihak kepolisian belum menetapkan satu pun tersangka, baik dari peserta maupun pihak penyelenggara.

“Modusnya family gathering, diisi lomba menyanyi, menari, dan pertunjukan lainnya. Undangan disebar via media sosial dan dipungut biaya,” ujar Teguh kepada Kompas.com Selasa (24/6).

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan