Skip to main content
Iklan

Indonesia

Bisa dengar vinyl, ini jam operasional Perpustakaan Nyi Ageng Serang Jakarta

Perpustakaan yang sempat berhenti beroperasi sejak 2020 itu kini hadir dengan konsep baru, koleksi 55.000 buku dan sejumlah piringan hitam yang bisa didengarkan gratis. 

Bisa dengar vinyl, ini jam operasional Perpustakaan Nyi Ageng Serang Jakarta

Perpustakaan Nyi Ageng Serang, Jakarta. (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Setelah sempat vakum selama enam tahun, Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang akhirnya resmi beroperasi kembali dengan konsep baru yang jauh lebih modern di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan. Pemprov DKI Jakarta menyulap area seluas 4.000 meter persegi ini tidak sekadar menjadi tempat membaca, melainkan ruang interaksi kreatif yang kini menyambut pengunjung hingga pukul 22.00 WIB.

Pembukaan kembali perpustakaan ini diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada pekan ini, sebagai upaya untuk menghadirkan ruang literasi yang lebih nyaman sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap tempat belajar, sumber informasi, ruang diskusi, hingga pengembangan wawasan.

Pramono mengatakan, revitalisasi yang dilakukan tidak hanya menghadirkan tampilan baru, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membaca, melainkan juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan, berdiskusi, mencari informasi, hingga mengembangkan ide kreatif.

Ia berharap kehadiran kembali Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang dapat menjadi referensi baru bagi masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa, untuk memperluas pengetahuan sekaligus mendukung aktivitas akademik maupun penelitian.

"Saya yakin perpustakaan ini akan menjadi referensi baru bagi anak-anak kita untuk mencari informasi, membaca, bertemu, dan berdiskusi. Mudah-mudahan fasilitas yang tersedia dapat mendukung kebutuhan pelajar hingga mahasiswa. Nanti saya juga akan meminta agar koleksi bukunya terus ditambah dan dilengkapi," tutur Pramono, dikutip dari TVRI News.

Perpustakaan yang memiliki sekitar 55.000 koleksi buku itu beroperasi mulai Rabu (8/7) hingga pukul 22.00 WIB, mengikuti jam layanan Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki.

Perpustakaan Nyi Ageng Serang, Jakarta. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang menghadirkan lebih dari 20.000 eksemplar koleksi yang terdiri atas Koleksi Umum, Koleksi Referensi, Koleksi Khusus Kejakartaan, serta Koleksi Serah Simpan. Beragam koleksi tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat umum.

Selain koleksi buku, perpustakaan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas belajar dan membaca. Pengunjung dapat memanfaatkan ruang baca, area belajar dan bekerja, ruang diskusi, ruang multimedia, Ruang Lokakarya, Aula Gemar Baca, bilik privat, kios katalog, loker, Serambi Jakarta, Serambi Nada, Aksa Rasa, serta layanan sirkulasi, penelusuran informasi, dan bimbingan bagi para pemustaka.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses revitalisasi sehingga perpustakaan tersebut kembali dapat melayani masyarakat. Menurutnya, pembukaan kembali Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang menjadi langkah penting dalam memperkuat budaya literasi sekaligus membangun ekosistem pengetahuan di Jakarta.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi semua pihak sehingga Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang dapat kembali dibuka. Semoga perpustakaan ini menjadi ruang baru untuk mengembangkan kecakapan literasi masyarakat yang kita bangun bersama," kata Nasruddin, dikutip dari Koran Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, mulai dari penerbit, komunitas literasi, penulis, pegiat literasi, peneliti, hingga institusi pendidikan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan beragam kegiatan yang mendukung pengembangan budaya membaca sekaligus memperkuat kolaborasi di bidang literasi.

Ke depan, Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang diharapkan berkembang sebagai ruang publik yang inklusif, tidak hanya menjadi tempat membaca dan menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang komunal untuk belajar, berdiskusi, mengembangkan pengetahuan, melestarikan karya intelektual, serta mendorong lahirnya berbagai kolaborasi kreatif bagi masyarakat.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan