Perlu teman curhat 24 jam? Jakarta siapkan layanan gratis telekonsultasi kesehatan mental
Telekonsultasi psikolog gratis dapat diakses melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI).
JAKARTA: Di kota metropolitan seperti Jakarta, tekanan hidup datang dari berbagai arah—kemacetan yang melelahkan, polusi yang tak kunjung reda, hingga tuntutan gaya hidup yang serba cepat dan kompetitif.
Tak heran jika banyak warga ibu kota merasakan tekanan mental dan emosional yang kian menumpuk.
Sayangnya, masih banyak yang enggan mencari bantuan profesional karena stigma sosial atau keterbatasan waktu. Kini, solusi lebih mudah dan aman hadir langsung di ponsel.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan layanan telekonsultasi psikolog gratis melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI), yang dapat diakses kapan saja, 24 jam sehari.
Layanan ini memungkinkan warga berkonsultasi dengan psikolog klinis tanpa harus keluar rumah atau menanggung rasa malu.
“Cukup buka aplikasi Jaki, masuk ke kategori Kesehatan, lalu pilih layanan Telekonsultasi Psikolog. Dalam hitungan menit, warga bisa langsung terhubung dengan tenaga profesional,” kata Bonnie Medana Pahlavie, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Kesehatan Usia Produktif dan Lansia serta Kesehatan Jiwa, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dilansir dari Kompas, Rabu (16/4).
Menurut Bonnie, layanan ini hadir sebagai respon terhadap keterbatasan fasilitas kesehatan (faskes) mental di puskesmas dan RSUD.
Saat ini, hanya sekitar 60 persen dari faskes milik Pemprov DKI Jakarta yang memiliki psikolog klinis. Bahkan, aksesnya pun terbatas karena terbentur jadwal dan lokasi.
“Lewat layanan daring ini, setiap penelepon langsung terhubung dengan psikolog klinis yang sedang bertugas. Tak perlu antre, tak perlu hadir secara fisik,” jelasnya.
Layanan ini terbuka bagi siapa saja, baik yang mengalami gangguan mental maupun mereka yang sekadar butuh teman bicara untuk mengatasi stres, kecemasan, atau masalah emosional lainnya.
Sebelum memulai sesi konsultasi, psikolog akan mengumpulkan informasi dasar dan melakukan penilaian awal terhadap kondisi penelepon.
“Pertanyaannya tidak banyak. Hanya asesmen dasar dan pendataan identitas, jadi jangan kaget jika diminta menyebutkan data diri,” tambah Bonnie.
ANGKA MASALAH KESEHATAN MENTAL MENINGKAT
Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan bahwa 2,3 persen penduduk Jakarta mengalami gangguan mental emosional, sementara 4,9 persen lainnya menderita gangguan jiwa berat. Bahkan, 0,44 persen tercatat memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup.
Laporan Kementerian Kesehatan tahun 2024 mengungkap bahwa 24,3 persen warga Jakarta menghadapi masalah kejiwaan, menjadikan Jakarta sebagai provinsi dengan tingkat masalah kesehatan mental tertinggi di Indonesia.
Layanan ini juga bisa dimanfaatkan oleh warga di luar Jakarta, termasuk anak-anak di bawah usia 15 tahun dan penyandang disabilitas. Namun, Bonnie menegaskan bahwa akses ke layanan lanjutan seperti rujukan hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP DKI Jakarta.
“Untuk warga luar Jakarta, kami akan arahkan ke fasilitas kesehatan sesuai domisili mereka,” ucapnya.
Salah satu hambatan utama dalam menangani isu kesehatan jiwa adalah stigma. Banyak orang masih enggan mencari bantuan karena takut dianggap lemah atau tidak normal.
Telekonsultasi ini bukan hanya solusi praktis, tetapi juga langkah penting untuk mematahkan stigma. Dengan kenyamanan dan kerahasiaan yang terjaga, diharapkan makin banyak warga berani mencari pertolongan.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.