Skip to main content
Iklan

Indonesia

PepsiCo buka pabrik pertama di Indonesia, gunakan bahan baku lokal dan gandeng petani

Pabrik ini akan memproduksi berbagai merek ikonik seperti Cheetos, Lay’s, dan Doritos

PepsiCo buka pabrik pertama di Indonesia, gunakan bahan baku lokal dan gandeng petani
Peresmian pabrik PepsiCo di Cikarang dengan nilai investasi mencapai Rp3,3 triliun. (Dok PEPSICO)

CIKARANG: Raksasa makanan ringan dunia, PepsiCo, resmi membuka pabrik pertamanya di Indonesia.

Berlokasi di Kawasan Industri GIIC, Cikarang, Jawa Barat, fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan nilai investasi mencapai Rp3,3 triliun.

Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza mengapresiasi kehadiran pabrik yang mulai beroperasi sejak 13 Januari 2025. Ia menilai langkah ini sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem industri makanan ringan di dalam negeri.

“Kami mengapresiasi pembangunan pabrik pertama PT PepsiCo Indonesia dengan investasi Rp 3,3 triliun di Cikarang. Lebih penting lagi, mereka telah menggandeng petani lokal untuk penyediaan bahan baku,” ujarnya dalam keterangan tertulis dilansir dari Kompas.com, Selasa (24/6).

FOKUS PADA BAHAN BAKU LOKAL DAN PRODUK RASA NUSANTARA

PepsiCo Indonesia menggandeng 200 petani kentang dan 200 petani jagung di Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagai bagian dari komitmen dalam menyerap bahan baku lokal.

Pabrik ini akan memproduksi berbagai merek ikonik seperti Cheetos, Lay’s, dan Doritos, dengan varian rasa yang khusus dikembangkan untuk pasar Indonesia—termasuk jagung bakar keju, saus pedas-manis, dan sambal salsa.

CEO PepsiCo Indonesia Asif Mobin menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar kunci dalam strategi pertumbuhan PepsiCo di Asia Pasifik.

“Fasilitas baru ini mendekatkan kami dengan konsumen Indonesia. Kami menggunakan jagung, minyak, dan bumbu lokal untuk menghadirkan cita rasa khas yang digemari masyarakat,” ujarnya dikutip dari Jawa Pos.

"Kami bangga berkontribusi terhadap upaya pemerintah dalam menguatkan industri domestik, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung komunitas petani lokal. Investasi ini memperlihatkan bagaimana masa depan kami di Indonesia – mendukung perekonomian lokal, menyelaraskan dengan prioritas nasional, dan berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang," imbuhnya.

Sejalan dengan inisiatif global PepsiCo Positive (pep+), pabrik ini mengadopsi pendekatan berkelanjutan—menggunakan energi listrik terbarukan, sistem pengelolaan air efisien, dan program daur ulang kemasan pascakonsumsi.

Tak hanya berfokus pada produksi, PepsiCo juga menjalankan berbagai program sosial di sekitar kawasan pabrik. Mulai dari edukasi di sekolah dasar Cikarang Pusat hingga restorasi ekologis di wilayah Gunung Gede, Jawa Barat.

“Kami ingin kehadiran PepsiCo membawa dampak positif, terutama bagi petani dan komunitas sekitar,” ungkap Gabrielle Angriani Johny, Director of Government Affairs and Communications PepsiCo Indonesia.

PepsiCo menempatkan pemberdayaan petani lokal sebagai fondasi penting dalam operasionalnya. Perusahaan menyediakan pelatihan dan dukungan teknis berkelanjutan bagi mitra petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil panen.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan