Skip to main content
Iklan

Indonesia

Pencarian korban ditutup, kebakaran Glodok Plaza disebabkan arus pendek listrik videotron

Dari 14 korban yang dilaporkan hilang, sejauh ini hanya enam yang teridentifikasi.

Pencarian korban ditutup, kebakaran Glodok Plaza disebabkan arus pendek listrik videotron

Kebakaran yang melanda Glodok Plaza diduga bersumber dari tempat hiburan yang berada di lantai 7. (Instagram/whereto.jkt)

JAKARTA: Hasil laboratorium forensik (labfor) kebakaran Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, mengungkap sumber api berasal dari belakang Videotron di lantai delapan gedung.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Arfan Zulkan Sipayung, mengatakan arus pendek itu memicu percikan api.

Percikan api tersebut, lanjut Arfan, menyambar panel besar dan dari situlah sumber kebakaran Glodok Plaza

"Dari hasil labfor Itu ada hubungan arus pendek di belakang videotron, jadi ada kabelnya di belakang videotron tersebut, ada kabel di situ hubungan arus pendek yang mengakibatkan percikan api, lalu kurang lebih ada berapa meter ada panel besar," kata Arfan dikutip Viva, Jumat, (21/2).

Dia menjelaskan untuk penyebab kebakaran meluas masih menunggu penyidikan menyeluruh.

Adapun tim pencarian yang terdiri dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Tim Disaster Victim Identification, Biro Kedokteran Kepolisian, Polres Metro Jakarta Barat, BPBD DKI Jakarta, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, memutuskan menghentikan pencarian korban kebakaran hebat pada 15 Januari lalu itu.

Keputusan ini dikeluarkan setelah tim menyisir kembali lokasi insiden di Glodok Plaza pada Jumat.

Dari 14 korban yang dilaporkan hilang, hanya enam yang bisa teridentifikasi.

Kepala Biro Kedokteran Polisi Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigadir Jenderal (Pol) Nyoman Eddy Purnama menyampaikan, dalam penyisiran terakhir hanya ditemukan sejumlah properti, seperti tas pinggang dan kacamata.

”Kami tidak menemukan bagian tubuh,” katanya.

Nyoman menuturkan, pengelola plaza dipersilakan membersihkan lokasi kebakaran.

Jika dalam proses pembersihan tersebut ditemukan bagian tubuh, tentu tim dari RS Polri akan tetap mendalami temuan itu.

HANYA 6 DARI 14 KORBAN YANG TERIDENTIFIKASI

Sebelumnya, dari 14 korban yang dilaporkan hilang, tim baru menemukan enam orang tewas.

Jasad korban yang ditemukan pada 24 Januari adalah Osima Yukari (29), Aulia Belinda (28), Zukhi Fitria Rahdja (42).

Sementara pada 31 Januari, tim kembali dapat mengidentifikasi tiga korban lain, yakni Ade Aryati (30), Desty Eka Putri S (24), dan Keren Shallom Jeremiah (21).

Nyoman menjelaskan, dalam proses pencarian, tim mendapatkan sejumlah kendala, seperti bagian tubuh yang sulit terdeteksi dan juga status bencana yang tergolong bencana terbuka (open disaster). Glodok Plaza merupakan area publik sehingga orang yang masuk dan keluar tidak diketahui identitasnya.

Kesulitan kedua jasad korban ditemukan dalam kondusu sangat rusak.

”Bagian tubuh terakhir yang bisa kita lacak adalah DNA, tetapi kebanyakan bagian tubuh ditemukan sudah menjadi arang,” kata Nyoman.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan