Skip to main content
Iklan

Indonesia

Pemudik dan wisatawan diminta hindari jalur Puncak II saat Nataru, ini penyebabnya

Sebagai alternatif, kepolisian merekomendasikan jalur Jonggol apabila terjadi kemacetan parah di Jalur Puncak utama.

Pemudik dan wisatawan diminta hindari jalur Puncak II saat Nataru, ini penyebabnya
Pemandangan kebun teh di kawasan Puncak, Bogor. (iStock/Mawaddan Fauziah)

BANDUNG: Polres Cianjur menegaskan bahwa jalur alternatif Puncak II tidak disarankan untuk digunakan kendaraan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. 

Rekomendasi ini disampaikan setelah tim survei gabungan terdiri dari Satlantas Polres Cianjur, Dishub, BPBD, dan Satpol PP melakukan pemeriksaan lapangan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) memprediksi 2,83 juta orang akan memadati kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat untuk berlibur dan merayakan pergantian tahun. 

Kemacetan parah yang sudah menjadi ritual tahunan di Puncak diyakini tak terelakkan. 

1,84 juta orang diperkirakan berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sementara sisanya sekitar 988.000 orang dari luar wilayah Jabodetabek seperti Karawang. 

Kepala Satlantas Polres Cianjur, AKP Hardian Andrianto, mengungkapkan bahwa hasil peninjauan menunjukkan masih banyak titik rawan longsor yang menutup badan jalan. 

Selain itu, terdapat sejumlah ruas yang menyempit serta kondisi jalan berlubang yang dinilai dapat menyulitkan pengguna jalan.

“Banyak tebing yang berpotensi longsor belum ditangani secara tuntas, yang sangat berbahaya jika terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi, memicu longsor susulan,” urainya diberitakan Katadata, Senin (8/12).

Kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai semakin memperbesar risiko bagi pengendara.

Meski terdapat penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU) setelah survei awal tahun, kapasitasnya masih sangat terbatas. AKP Hardian menyebut bahwa PJU yang terpasang hanya sekitar tiga unit setiap dua kilometer.

Minimnya penerangan membuat jalur Puncak II menjadi sangat gelap dan berbahaya pada malam hari, terutama bagi pengendara yang tidak familiar dengan medan. 

JALUR JONGGOL SEBAGAI ALTERNATIF

Sebagai alternatif yang lebih layak, kepolisian merekomendasikan jalur Jonggol apabila terjadi kemacetan parah di Jalur Puncak utama selama libur panjang.

Jalur Jonggol dinilai lebih aman untuk pengendara dari luar kota yang ingin kembali ke wilayah masing-masing. Namun demikian, pengguna jalan tetap diimbau berhati-hati, terlebih saat hujan deras.

Selain Puncak II, imbauan kewaspadaan juga diberikan kepada pengendara yang melintas di sepanjang jalur utama Puncak–Cianjur, mulai dari Cipanas, Cugenang, hingga Haurwangi. Potensi pohon tumbang dan bencana alam lainnya masih menjadi ancaman di kawasan tersebut.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan