Skip to main content
Iklan

Indonesia

Lansia WN Singapura dibunuh di Sukabumi, dicor dan dibuang ke Cilacap, diduga gara-gara cinta segitiga

Syed Saleh Awad alias SS diduga dihabisi di kontrakan Sukabumi, jasadnya dibungkus dan diberi pemberat semen sebelum dibuang ke bendungan di Cilacap.

CILACAP: Penemuan jasad WNA Singapura Syed Saleh Awad alias SS di Sungai Citanduy, Cilacap, Jawa Tengah, mengungkap kasus pembunuhan berencana bermotif cinta segitiga, dengan dua pelaku telah ditangkap dan satu aktor intelektual masih buron.

Jasad lansia berusia 80 tahun itu ditemukan pada Jumat, 20 Februari 2026 sekitar pukul 14.30 WIB di aliran Sungai Citanduy.

Kapolresta Cilacap Kombes Budi Adhy Buono menyampaikan pengungkapan kasus ini bermula dari temuan jasad tersebut yang kemudian dikembangkan melalui informasi laporan orang hilang dari Polda Metro Jaya.

Korban diketahui tinggal di kediaman anaknya di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

Polisi memeriksa lima orang saksi serta mengumpulkan sejumlah barang bukti hingga akhirnya mengamankan dua pelaku berinisial H dan K yang merupakan warga Kabupaten Pangandaran.

"Kami sudah memeriksa sebanyak lima orang saksi. Dari hasil pemeriksaan tersebut dan barang bukti yang sudah kita amankan, kita amankan dua pelaku dengan inisial H dan K, keduanya merupakan warga dari Kabupaten Pangandaran," kata Kombes Budi dalam konferensi pers di Mapolresta Cilacap yang disiarkan di Instagram Humas Polresta Cilacap, 27 Maret 2026. 

KRONOLOGI PEMBUNUHAN BRUTAL

Menurut penelusuran polisi, pembunuhan sadis itu dilakukan pada Minggu, 16 Februari 2026 sekitar pukul 19.30 WIB di sebuah kontrakan di Perumahan Bumi Mutiara Indah, Sukabumi, Jawa Barat.

Kontrakan tersebut baru disewa sekitar satu bulan oleh para pelaku dan diduga telah dipersiapkan untuk menjalankan aksi pembunuhan.

H berperan sebagai eksekutor yang memukul Syed Saleh menggunakan bambu berukuran 1 meter sebesar lengan orang dewasa sebanyak dua kali mengenai lehernya.

Sementara K membantu dengan menyekap mulut korban agar tidak berteriak.

Setelah korban tewas, pelaku membungkus jasad menggunakan sprei dan plastik, lalu mencor menggunakan adonan semen yang dimasukkan ke dalam bungkusan tersebut sebagai pemberat.

Setelah itu, jasad korban sempat dibawa kedua pelaku berkeliling selama sekitar 30 menit sebelum akhirnya kembali ke kontrakan untuk diputuskan nasibnya. 

"Setelah dieksekusi dibawa muter dulu sekitar 30 menit, kemudian kembali lagi ke perumahan untuk komunikasi, selanjutnya keluar untuk membuang jasadnya di Bendung Menganti di Cilacap menggunakan mobil yang sudah disiapkan," ungkap Kombes Budi.

"Dibuang di sungai atau bendungan tersebut, agar jenazah tidak muncul ke permukaan karena digunakan pemberat dari adonan semen," imbuhnya.

Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus karena jasad SS akhirnya ditemukan warga mengapung di Sungai Citanduy.

Kedua pelaku yang sehari-hari bekerja serabutan sebagai tukang bangunan dan buruh panen kemudian ditangkap pada Rabu, 25 Maret 2026, sekitar pukul 21.00 WIB di wilayah Patimuan, Cilacap.

CINTA SEGITIGA BERUJUNG MAUT

Polisi mengungkap motif pembunuhan diduga karena cemburu.

"Motifnya cemburu, karena korban ini senang dengan seorang perempuan bernama Lina. Sementara Lina sudah memiliki pacar," tutur Kombes Budi.

Aktor intelektual berinisial A alias E yang merupakan kekasih Lina kini masih buron.

"Yang DPO inilah yang merencanakan pembunuhan, sebagai aktor intelektual, inisial A alias E," jelasnya.

Pelaku A diketahui berasal dari Sukabumi, Jawa Barat dan telah lama mengenal H dan K karena pernah bekerja bersama.

"Antara pelaku yang DPO dengan pelaku lainnya ini sudah saling kenal, bahkan sudah lama kenal karena pernah bekerja bersama. A merupakan kekasih Lina yang merasa cemburu dengan korban," sambung Kombes Budi.

Syed Saleh sebelumnya diketahui beberapa kali datang ke Sukabumi untuk menjalani pengobatan alternatif dan dari situ mengenal Lina.

"Orang tua Lina ini kenal sama si korban, sering ketemu karena korban ini kan punya sakit terus pengobatannya itu pakai alternatif di Sukabumi. Jadi dari situ sering ketemu," terang Kombes Budi.

Pada 16 Februari 2026, SS datang dari Jakarta menuju Sukabumi menggunakan mobil Toyota Raize biru bernomor polisi B 2502 N untuk menemui Lina.

Poster pencarian Warga Negara Singapura Syed Saleh Awad alias SS yang menghilang tidak dapat dihubungi setelah meninggalkan Jakarta menuju Sukabumi menggunakan mobil Toyota Raize biru bernomor polisi B 2502 N pada 16 Februari 2026. (Tangkapan Layar Youtube Tribunnews)

Ia kemudian diajak ke kontrakan sebelum akhirnya dieksekusi.

"Korban diajak ke kontrakan karena sudah saling kenal, lalu di situlah korban dieksekusi. Tapi, Lina ini tidak mengetahui kalau korban bakal dihabisi," kata Kombes Budi. 

Lokasi pembuangan jasad juga telah direncanakan sebelumnya.

"Pembuangan tidak random, mereka sudah tahu ada bendungan di wilayah perbatasan Cilacap," ungkapnya.

Kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Sukabumi karena lokasi utama kejadian berada di wilayah tersebut.

Para pelaku dijerat Pasal 459 KUHP dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan