Tolak Honduras dan Jamaika, John Herdman jadi calon terkuat pelatih Timnas Indonesia
Herdman adalah pelatih pertama dalam sejarah yang meloloskan tim putra dan putri dari satu negara tampil di Piala Dunia.
Mantan pelatih timnas Kanada John Herdman (Reuters)
SINGAPURA: Nama John Herdman semakin mencuat di bursa pelatih Timnas Indonesia. Mantan pelatih tim nasional Kanada itu kini dilaporkan menjadi kandidat terdepan yang dipertimbangkan PSSI untuk menggantikan Patrick Kluivert, yang sebelumnya didepak federasi.
Herdman disebut semakin menonjol setelah menolak sejumlah tawaran dari negara lain.
Media Honduras, Diario Diez, melaporkan bahwa Herdman memilih memprioritaskan Indonesia meski sebelumnya masuk radar Honduras dan Jamaika.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pelatih berkebangsaan Inggris itu sempat didekati Jamaika setelah pengunduran diri Steve McClaren.
“Pelatih asal Inggris itu hampir kembali ke CONCACAF setelah bernegosiasi dengan Jamaika, menyusul pengunduran diri Steve McClaren. Federasi Jamaika mempertimbangkannya untuk babak play-off antarbenua menuju Piala Dunia 2026, tetapi Herdman menolak tawaran tersebut dengan memprioritaskan Indonesia,” tulis Diario Diez, Rabu (17/12).
Dalam laporan yang sama, Honduras juga diungkap mencoba mendekati Herdman.
“Di Honduras, Herdman membangkitkan antusiasme di kalangan penggemar dan pers sebagai favorit untuk menggantikan Reinaldo Rueda sebagai pelatih tim nasional Honduras. Namun, kemajuan negosiasi bersama Indonesia menutup skenario ideal ini,” tulis Diez.
PSSI dilaporkan telah memperpendek daftar panjang kandidat dari lima nama menjadi dua pilihan utama, yakni John Herdman dan Giovanni van Bronckhorst.
Herdman dinilai semakin menguat setelah menolak tawaran Jamaika, langkah yang dipandang sebagai sinyal keseriusan dirinya terhadap proyek jangka panjang bersama Indonesia.
Pelatih berusia 50 tahun itu dikenal luas sebagai figur sentral kebangkitan sepak bola Kanada. Ia mengakhiri 36 tahun penantian warga Kanada dengan membawa tim putra Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar finis sebagai juara kualifikasi CONCACAF
Herdman juga mengangkat peringkat FIFA Kanada dari posisi 95 hingga menembus jajaran 30 besar dunia.
Di sisi non-teknis, Herdman membangun kultur disiplin dan kohesi tim, sebuah pendekatan yang kerap disebut sebagai “brother culture” oleh para pemain.
Sebelum menangani tim putra, Herdman lebih dulu sukses bersama timnas putri Kanada. Ia memimpin tim tersebut meraih dua medali perunggu Olimpiade di London 2012 dan Rio de Janeiro 2016.
Rekam jejak itu menjadikan Herdman sebagai pelatih pertama yang mampu membawa tim putra dan putri dari satu negara tampil di Piala Dunia.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.