Pelaku ledakan SMAN 72 Kelapa Gading sudah sadar, 20 korban masih dirawat
Pelaku mengalami luka berat di bagian kepala diduga karena bom rakitannya meledak ketika dinyalakan.
JAKARTA: Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa pelaku atau Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) berinisial MNFH alias F dalam kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta kini sudah dalam kondisi sadar.
Pelaku masih menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati setelah sempat menjalani operasi kepala akibat luka serius yang dideritanya saat insiden terjadi.
“ABH dalam kondisi sudah sadar,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (13/11).
Meski demikian, penyidik belum dapat meminta keterangan langsung dari pelaku karena kondisinya masih dalam masa pemulihan.
“Masih belum bisa dimintai keterangan karena masih proses penyembuhan,” kata Budi.
Selain pelaku, sebanyak 20 korban ledakan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, yakni RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi, dan RS Polri Kramat Jati.
Satu korban lainnya berinisial L telah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, untuk menjalani operasi bedah plastik akibat luka berat yang diderita.
Polda Metro Jaya juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap 46 saksi anak atau siswa untuk mendalami kronologi peristiwa ledakan yang terjadi pada Jumat pekan lalu.
BOM DIKENDALIKAN DENGAN REMOTE
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto menjelaskan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian menunjukkan adanya dua titik ledakan di area masjid.
“Ditemukan dua kawah ledakan di lokasi. Artinya, kemungkinan besar memang ada dua bom yang diledakkan di dalam masjid,” ujarnya kepada Tribun Jakarta.
Henik mengungkap, bom di area masjid dikendalikan dengan remote control yang ditemukan di taman baca.
“Dari material yang kami temukan, bom di TKP pertama merupakan rangkaian aktif yang dikendalikan melalui remote,” urainya.
Selain di masjid, polisi juga menemukan TKP kedua di area bank sampah dan taman baca.
Berbeda dengan lokasi pertama, bom di area ini dinyalakan menggunakan sumbu bakar.
Barang bukti yang ditemukan di lokasi antara lain kaleng dan pipa logam.
Ledakan di TKP kedua diduga menyebabkan pelaku mengalami luka parah di bagian kepala saat bom rakitan tersebut meledak.
Polisi masih menyelidiki apakah ledakan itu terjadi secara tidak sengaja atau disengaja.
Secara keseluruhan, polisi menemukan tujuh bom rakitan di lokasi.
Empat di antaranya sudah meledak, sementara tiga bom aktif lainnya diamankan ke Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.