Skip to main content
Iklan

Indonesia

Sniper dan pasukan khusus TNI-Polri dikerahkan untuk kedatangan Paus Fransiskus

Paus Fransiskus dijadwalkan tiba di Jakarta pada 3 September pukul 11.30 WIB.

Sniper dan pasukan khusus TNI-Polri dikerahkan untuk kedatangan Paus Fransiskus
Seorang pria melintas di depan dekorasi di Katedral Jakarta, menjelang kunjungan Paus Fransiskus di Jakarta, Indonesia, pada 31 Agustus 2024. (Reuters)
02 Sep 2024 05:43PM (Diperbarui: 03 Sep 2024 12:23PM)

JAKARTA: Markas Besar TNI dan Mabes Polri mempersiapkan pengamanan yang super ketat untuk mengamankan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia.

Sniper atau penembak jitu dan pasukan khusus disiapkan untuk menjaga keselamatan Bapa Suci selama kunjungannya di Jakarta, yang berlangsung dari Selasa (3/9) hingga Jumat (6/9).

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Laksamana Madya TNI Agus Hariadi, mengkonfirmasi bahwa sniper telah disiapkan sebagai bagian dari pengamanan sesuai dengan standar prosedur operasional (SOP) untuk tamu negara.

"Itu (pengerahan pasukan khusus dan sniper) sudah ada protapnya sendiri. Sesuai dengan protap VVIP, kita tidak berani ngambil risiko," ucapnya kepada CNN Indonesia usai apel gabungan TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Senin (2/9)

Agus menjelaskan bahwa pengamanan untuk area Ring-1 Paus berusia 87 tahun itu  menjadi tanggung jawab Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), sementara pengamanan Ring-2 dan Ring-3 akan ditangani oleh TNI-Polri.

Ia menambahkan bahwa sekitar 4.300 personel TNI dan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) disiagakan untuk mendukung pengamanan.

Pengamanan akan mengikuti setiap kegiatan Paus Fransiskus selama di Jakarta.

Komandan Korps Brimob Polri, Komjen Polisi Imam Widodo, menyampaikan kepada Kompas TV bahwa Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Polri juga telah disiapkan untuk mengawal kunjungan Paus.

Selain itu, satuan siber juga rencananya diaktifkan untuk menangani ancaman siber yang mungkin timbul selama kunjungan tersebut.

“Kami berharap semuanya berjalan aman, sukses, dan lancar, karena ini merupakan pertaruhan bangsa Indonesia,” kata Komjen Imam.

Paus Fransiskus memulai perjalanan apostolik 12 hari ke beberapa negara di Asia Pasifik, dengan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi.

Pada 5 September, Paus dari Argentina itu dijadwalkan memimpin misa akbar di stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, yang dihadiri oleh lebih dari 80 ribu umat Katolik.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan